- Polres Dumai menanggapi soal video viral sopir truk dipalak di jalanan.
- Polisi menyebut video dugaan pungli dipastikan kejadian tahun 2025.
- Para pria yang meminta-minta uang ke sopir sudah menjalani penahanan.
SuaraRiau.id - Polres Dumai memberikan penjelasan terkait video yang menampilkan sejumlah pria berusaha menghentikan kendaraan dan meminta uang terhadap sopir truk yang melintas.
Kapolres Dumai, AKBP Angga Herlambang menyatakan pihaknya langsung bergerak melakukan penelusuran dan verifikasi lapangan usai video tersebut beredar di media sosial.
"Begitu video tersebut kembali beredar dan menjadi perhatian publik, personel kami langsung melakukan pengecekan serta pendalaman," ujarnya melansir Riauonline--jaringan Suara.com, Rabu (29/4/2026).
AKBP Angga menyebut video dugaan pungutan liar (pungli) yang kembali viral di TikTok itu dipastikan merupakan peristiwa lama yang terjadi pada tahun 2025.
"Dari hasil verifikasi, dapat dipastikan bahwa kejadian itu merupakan kasus lama yang terjadi pada tahun 2025 dan sudah ditangani secara hukum," ujar Angga.
Angga menjelaskan, dua orang yang terekam dalam video tersebut sebelumnya telah diamankan dan diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Pelaku pertama diketahui bernama Sutrisno alias Sutris (42), warga Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat.
Ia telah menjalani hukuman pidana selama enam bulan dalam perkara pemerasan atau pungli dan kini telah menyelesaikan masa hukumannya.
Sementara itu, pelaku kedua, Aras Mohammad alias Aras bin Maswar (40), yang juga merupakan warga setempat, saat ini masih menjalani hukuman pidana selama 1 tahun 6 bulan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Dumai.
Ia tersandung perkara penganiayaan yang terjadi dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Kapolres menegaskan bahwa penanganan kasus ini menjadi bukti komitmen aparat kepolisian dalam menindak tegas segala bentuk tindak kriminal, termasuk praktik pungli dan premanisme yang meresahkan masyarakat.
Angga juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Ia meminta warga tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas konteks waktu maupun kebenarannya.
"Kami mengajak masyarakat untuk tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pastikan terlebih dahulu kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," imbaunya.
Polres Dumai, lanjutnya, akan terus berupaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari
-
Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit
-
Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga
-
KPK Periksa Kepala BPK Riau Terkait Kasus Suap Pengondisian Hasil Audit