Eko Faizin
Senin, 27 April 2026 | 17:55 WIB
Kampus Universitas Riau atau Unri. [Dok riau.go.id]
Baca 10 detik
  • Kasus dugaan pelecehan seksual kembali terjadi di lingkungan kampus Unri.
  • Mahasiswi mengaku mendapatkan perlakukan tak senonoh dari dokter klinik di Unri.
  • Terungkapnya kasus itu bermula dari pengakuan korban yang viral di media sosial.

SuaraRiau.id - Kasus dugaan pelecehan seksual dalam lingkungan kampus Universitas Riau (Unri) mencuat setelah viral pengakuan korban di media sosial.

Oknum dokter di klinik kampus Unri diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap puluhan mahasiswi saat proses pemeriksaan kesehatan.

Dalam sebuah unggahan di Instagram menceritakan kesaksian salah seorang korban yang mengaku mengalami tindakan yang menjurus pada pelecehan saat memeriksakan kondisi kesehatannya.

Mahasiswi Unri tersebut mengungkapkan, awalnya dia datang untuk berobat karena sakit lambung, namun prosedur pemeriksaan yang dilakukan oknum dokter tersebut dinilai tidak sesuai.

"Aku asam lambung tapi disuruh buka kancing baju paling atas diperiksa pakai stetoskop, terus diraba dada tapi bagian atas perut aku dicek tapi menurut aku sudah agak ke bawah," tulis postingan tersebut.

Informasi inipun lantas ramai diperbincangkan hingga mencuat ke publik. Korban menduga tindakan tersebut tidak sesuai dengan standar pemeriksaan medis pada umumnya.

Melansir Riauonline--jaringan Suara.com, dugaan pelecehan mahasiswi ini semakin menguat setelah muncul pengakuan serupa dari korban lainnya.

Kasus ini disebut-sebut telah berlangsung sejak tahun 2025, namun baru mencuat ke publik setelah para korban mulai speak up melalui media sosial.

Publik mendesak agar dilakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap kebenaran serta memberikan perlindungan kepada para korban.

Dugaan pelecehan ini menjadi perhatian serius, mengingat lingkungan kampus dan fasilitas kesehatan seharusnya menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa.

Masyarakat pun berharap pihak berwenang segera mengambil langkah tegas agar kasus serupa tidak terulang.

Load More