- Menteri LH Hanif Faisol mengunjungi TPA Muara Fajar Pekanbaru, Sabtu (25/4/2026).
- Kedatangannya untuk melihat langsung Teknologi Methane Capture di TPA tersebut.
- Dia siap mendukung program dengan menyediakan kebutuhan teknis maupun regulasi.
SuaraRiau.id - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq merespons positif Teknologi Methane Capture yang dilakukan Pemkot Pekanbaru di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar.
Menteri Hanif mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh program tersebut dan siap memfasilitasi kebutuhan teknis maupun regulasi.
"Kementerian LHK, siap memfasilitasi kebutuhan teknis maupun regulasi yang diperlukan pemerintah daerah dalam merealisasikan program Methane Capture," katanya saat mengunjungi lokasi, Sabtu (25/4/2026).
Tak hanya itu, Hanif juga mendorong untuk membuka 'sel baru' sambil menyusun tata kelola pengelolaan yang lebih baik. Untuk aspek teknis konstruksi, itu menjadi kewenangan Kementerian PUPR.
Hanif menegaskan pentingnya percepatan pembenahan pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru melalui pendampingan program nasional serta penerapan teknologi ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan methane capture di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Menteri menekankan bahwa kegiatan yang masuk dalam program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) wajib mendapatkan pendampingan serius agar target pengelolaan lingkungan dapat tercapai.
Hanif mengungkapkan, saat pertama kali meninjau lokasi pada tahun 2024, kondisi sampah di TPA Muara Fajar dinilai sangat tinggi risikonya dan berbahaya bagi lingkungan maupun masyarakat.
"Ketika saya datang pertama kali tahun 2024, kondisinya sangat tinggi dan berbahaya. Sekarang sudah mulai dilakukan penataan dan ini harus segera diselesaikan sesuai tugas yang diberikan," ujarnya.
Sebagai langkah percepatan, Kementerian LHK sebenarnya merekomendasikan pembukaan areal atau 'sel baru' di TPA untuk mengurangi tekanan penumpukan sampah sambil menunggu proyek pengelolaan lanjutan berjalan.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar operasional pengelolaan sampah tetap berjalan aman sembari pemerintah kota menyiapkan sistem pengelolaan yang lebih modern.
Meski demikian, Hanif Faisol juga memuji program methane capture di TPA karena teknologi ini dinilai memiliki manfaat ganda, yakni mengurangi dampak lingkungan sekaligus berpotensi menghasilkan energi.
"Gas metana dari sampah memiliki tingkat bahaya sekitar 28 kali lebih besar dibanding karbon dioksida. Karena itu, pemanfaatan methane capture memiliki nilai ekologis yang sangat tinggi, namun harus dijalankan dengan tata laksana yang standar," tegasnya.
Lebih lanjut, Hanif juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu melalui kewajiban pemilahan oleh masyarakat sebagaimana mandat undang-undang.
Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik, termasuk rencana pengembangan di kawasan Garuda Sakti, hanya dapat berjalan optimal jika sampah sudah terpilah sejak sumbernya.
"Menuju pembangunan pengolahan sampah menjadi listrik, kita membutuhkan sampah yang sudah terpilah. Ini menjadi kewajiban bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat," terang Hanif.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh
-
Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk
-
Kualitas Udara di Siak Sangat Tidak Sehat, Sekolah Masih Diliburkan
-
Kabut Asap, Citilink Berputar-putar Sebelum Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru