Eko Faizin
Senin, 13 April 2026 | 16:11 WIB
Siswa SMP Islamic Center Siak (kanan) meninggal terkena ledakan. [Ist]
Baca 10 detik
  • Kasus siswa SMP Islamic Center Siak meninggal masih diselidiki pihak kepolisian.
  • Korban tewas sesaat setelah ledakan akibat senapan rakitan ketika ujian praktik.
  • Beberapa fakta dirangkum terkait tragedi memilukan murid SMP berinisial MA.

Barang-barang tersebut telah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Riau untuk dilakukan uji teknis guna memastikan penyebab pasti ledakan.

4. Kepsek dan guru diperiksa

Dalam kesempatan lain, Kasatreskrim Kosmos juga mengungkapkan perihal pemeriksaan terhadap kepala sekolah (kepsek) dan sejumlah tenaga pendidik SMP Islamic Center Siak.

Kosmos menyebut pemeriksaan itu seputar kejadian kecelakaan yang terjadi saat kegiatan pelaksanaan ujian praktik sains yang menimbulkan korban jiwa.

5. Anggota DPR minta sekolah dievaluasi

Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta kepada pemerintah untuk mengevaluasi SMP Islamic Center Siak usai peristiwa senapan rakitan yang mengakibatkan seorang siswa meninggal.

Dia menyatakan evaluasi menyeluruh harus dilakukan terhadap praktik-praktik pembelajaran yang berpotensi membahayakan peserta didik di seluruh sekolah.

Menurut Abdullah, regulasi mewajibkan proses pembelajaran dilaksanakan secara aman, sesuai dengan perkembangan peserta didik, serta tidak membahayakan fisik maupun psikis siswa.

"Saya tidak habis pikir bagaimana praktik pembuatan senapan rakitan bisa dilakukan di lingkungan sekolah. Hal ini menunjukkan lemahnya sistem pengawasan pembelajaran yang seharusnya melindungi peserta didik," katanya seperti dilansir dari Antara.

6. Polres Siak lakukan trauma healing

Polres Siak memberikan penyembuhan trauma (trauma healing) terhadap siswa SMP Islamic Center Siak usai insiden ledakan senapan rakitan saat praktik sains.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menegaskan pentingnya penanganan aspek psikologis korban dan lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pemulihan.

"Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tetap merasa aman dan terlindungi," ujarnya mengutip Antara.

Load More