- Aksi protes berujung penyerbuan rumah diduga bandar narkoba di Panipahan menjadi sorotan.
- Pada video yang diunggah akun TikTok, dinarasikan warga mendatangi Mapolsek Panipahan.
- Dalam orasinya, terdengar pendemo menginginkan aparat menindak tegas peredaran narkoba.
SuaraRiau.id - Video sejumlah warga menyerbu diduga rumah bandar narkoba di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir viral di media sosial.
Peristiwa itu awalnya berjalan damai, namun tiba-tiba berubah menjadi aksi perusakan hingga pembakaran beberapa barang di dekat rumah tersebut.
Kabar beredar, insiden itu merupakan puncak kekecewaan masyarakat terhadap penegakan hukum terkait peredaran narkoba di wilayah Panipahan.
Dalam unggahan akun TikTok @no.viral.no.justice_8, bernarasi pendemo mendatangi Mapolsek Panipahan, terdengar seorang orator dengan nada tinggi memperingatkan aparat kepolisian.
"Kalau Bapak biarkan kami masyarakat bertindak, Pak. Bahaya, Pak!" ujar orator, dikutip Minggu (12/4/2026).
Warga menilai aparat lambat menangani kasus narkoba di daerahnya. Mereka mengaku telah berulang kali melaporkan dugaan aktivitas peredaran narkotika yang meresahkan lingkungan.
"Kami sudah capek melapor. Sudah sering kami ingatkan, tapi tidak ada tindakan nyata. Akhirnya masyarakat yang bergerak sendiri," ungkap warga.
Kapolsek Panipahan dicopot
Diketahui, massa awalnya melakukan unjuk rasa damai di depan Mapolsek Panipahan pada Jumat (10/4/2026). Namun, berubah ricuh hingga perusakan dan pembakaran rumah diduga bandar sabu.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengungkapkan jika insiden tersebut awalnya berlangsung damai dengan diterima pihak kepolisian.
"Aspirasi masyarakat diterima secara terbuka oleh Kapolsek Panipahan bersama jajaran Polres Rokan Hilir sekitar," ucapnya, Sabtu (11/4/2026).
Setelah viral, insiden perusakan dan pembakaran rumah di wilayah Panipahan itu lantas menjadi atensi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.
Kapolda Riau mencopot Kapolsek AKP Robiansyah dan Kanitreskrim Polsek Panipahan Aipda Rahmat Ilyas buntut aksi massa tersebut.
"Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan. Karena itu, kami mengambil langkah tegas," ungkap Kapolda, Minggu (12/4/2026).
Pencopotan Kapolsek dan Kanitreskrim Polsek Panipahan ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi dan tanggung jawab institusi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Bupati Afni Zulkifli Resmi Menjadi Ketua Partai Nasdem Siak
-
Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering
-
Kualitas Udara Pekanbaru Masih Buruk, Siswa Pulang Lebih Awal
-
Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera