Eko Faizin
Sabtu, 11 April 2026 | 18:55 WIB
Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad. [Antara]
Baca 10 detik
  • Unjuk rasa warga Panipahan Rohil perihal peredaran narkoba berubah aksi perusakan.
  • Ratusan orang melakukan perusakan dan pembakaran rumah diduga bandar narkoba.
  • Polda Riau meminta masyarakat yang terlibat aksi tersebut untuk menyerahkan diri.

SuaraRiau.id - Aksi perusakan dan pembakaran rumah diduga bandar narkoba di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menuai sorotan hingga viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Riau, Zahwani Pandra Arsyad mengungkapkan jika aksi unjuk rasa pada awalnya berlangsung kondusif.

"Pada prinsipnya, tuntutan masyarakat terkait adanya dugaan peredaran gelap narkoba telah diterima oleh Kabag Ops dan beberapa pejabat di Polres Rohil serta Kapolsek Panipahan," kata Pandra, melansir Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Sabtu (11/6/2026).

Aksi massa di Panipahan Rokan Hilir membakar rumah diduga bandar narkoba. [Ist]

Polda Riau mengimbau, khususnya pihak-pihak yang terlibat dalam aksi provokatif dan perusakan, untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

"Kami mengimbau kepada para pelaku yang melakukan tindakan provokatif dan perusakan bangunan milik masyarakat agar segera menyerahkan diri. Ini negara hukum, tindakan anarkis tidak dibenarkan," tutur Pandra.

Sekitar 150 orang awalnya menyampaikan tuntutan kepada pihak kepolisian, yang diterima oleh jajaran Polres Rokan Hilir dan Polsek Panipahan.

Namun, justru terpancing provokasi hingga merusak sebuah rumah yang diduga milik pengedar bernama Ali. Meski sempat memanas, aparat kepolisian akhirnya berhasil mengendalikan situasi.

Pandra memastikan bahwa tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut dan kondisi saat ini telah kembali kondusif.

"Tidak ada korban luka. Saat ini situasi sudah dalam keadaan baik dan kondusif," tegasnya.

Kronologi unjuk rasa berujung perusakan

Demo warga mulai berubah sekitar pukul 16.30 WIB ketika muncul provokasi dari oknum tertentu yang mengajak massa bergerak menuju sebuah rumah yang diduga milik seorang pengedar bernama Ali, yang berada di kawasan Jalan Bundaran Panipahan.

Akibatnya, massa yang tersulut emosi langsung melakukan aksi pelemparan, mengeluarkan barang-barang dari dalam rumah, hingga membakar sebagian perabotan.

Jumlah massa pun semakin bertambah, sehingga situasi di lapangan sempat sulit dikendalikan oleh aparat keamanan.

"Awalnya massa sekitar 150 orang, namun dalam perkembangan situasi jumlahnya semakin banyak. Hal ini membuat aparat kepolisian mengalami kesulitan dalam pengendalian di lapangan," jelasnya.

Lebih lanjut, upaya pendinginan suasana (cooling system) juga telah dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Kapolres, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat.

Load More