Eko Faizin
Kamis, 26 Maret 2026 | 21:48 WIB
Ilustrasi anggota Manggala Agni memadamkan karhutla. [ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/agr]
Baca 10 detik
  • Tim Manggala Agni terus berjibaku memadamkan karhutla di sejumlah wilayah Riau.
  • Sebanyak ratusan hektare lahan terbakar dengan status sebagian masih pemadaman.
  • Titik kebakaran dengan luasan paling luas berada di Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan.

SuaraRiau.id - Tim Manggala Agni terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai ratusan hektare yang tersebar di sejumlah titik di Riau.

Koordinator Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan Seksi Wilayah II Balai Dalkarhut Sumatera, Edwin Putra, menyampaikan hingga Rabu (25/3/2026) ratusan hektare lahan dilaporkan terbakar dengan status api yang sebagian besar masih dalam proses pemadaman.

"Khusus untuk wilayah Dumai, kami melakukan penebalan personel. Saat ini ada 6 regu gabungan yang terjun langsung, terdiri dari 3 regu Daops Dumai dibantu oleh masing-masing 1 regu dari Daops Pekanbaru (PKU), Daops Siak, dan Daops LBT," katanya dikutip dari Antara, Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan data operasional, titik kebakaran dengan luasan paling signifikan berada di Desa Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan dengan estimasi lahan yang terbakar mencapai 53,3 hektare.

Di lokasi ini, satu regu dari Daops Rengat masih berupaya memadamkan api yang berstatus belum padam.

Kebakaran besar lainnya terpantau di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Betung, Kabupaten Siak, dengan luas sekitar 22 hektare.

Di wilayah ini, Manggala Agni Daops Siak bekerja sama dengan Balai Besar KSDA (BBKSDA) untuk menyekat pergerakan api.

Kondisi serupa terjadi di Desa Pulau Muda, Teluk Meranti (Pelalawan) dengan luas terbakar 20 hektare dan Desa Talang Jerinjing (Inderagiri Hulu) seluas 15 hektare.

Khusus untuk lokasi di Pulau Muda, Edwin menyebutkan tim saat ini sudah memasuki tahap mopping up atau penyelesaian akhir untuk memastikan tidak ada sisa bara api di bawah permukaan tanah.

Beberapa wilayah lain yang masih dalam penanganan intensif meliputi Kabupaten Siak di Desa Merempan Hilir Kecamatan Mempura. Lalu di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis dan Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan.

Berdasarkan data pantauan BMKG Stasiun Pekanbaru terjadi lonjakan titik panas (hotspot) di Riau yakni sebanyak 335 titik. Sebaran titik panas ini didominasi oleh Kabupaten Bengkalis dengan total 159 titik, disusul oleh Kabupaten Pelalawan (93), 93 titik, Rokan Hilir (43), Kota Dumai ( 21), Indragiri Hilir (12), Siak (4) serta Indragiri Hulu (3). (Antara)

Load More