- Kota Pekanbaru diselimuti kabut asap dengan kekaburan udara lembab.
- Jarak pandang di Bandara Sultan Syarif Kasim II hanya sejauh 1,2 kilometer.
- Titik panas di Riau paling banyak terpantau di Pelalawan dengan 15 titik.
SuaraRiau.id - Berdasarkan pantauan BMKG, kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru, dengan jarak pandang di Bandara Sultan Syarif Kasim II hanya sejauh 1,2 kilometer pada Rabu (11/3/2026) pagi.
Berdasarkan pengamatan BMKG, terjadi kekaburan udara lembab di wilayah Kota Pekanbaru. Pagi hari udara terpantau kabur hingga cerah.
"Sobat cuaca, potensi hujan yang sedikit pada hari ini akan menyebabkan lahan menjadi kering. Oleh sebab itu, kami mengimbau untuk sobat dapat membasahi lahan di pekarangan agar tidak berdebu, dan jangan melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar karena hal itu dapat memicu karhutla," kata Prakirawan BMKG Pekanbaru, Mari Frystine dikutip dari Antara, Rabu (11/3/2026).
BMKG juga mencatat total 121 titik panas (hotspot) di wilayah Pulau Sumatera berdasarkan pemantauan satelit hingga pukul 23.00 WIB, Selasa (10/3/2026).
Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 57 titik yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Titik panas di Riau paling banyak terpantau di Kabupaten Pelalawan dengan 15 titik, disusul Kabupaten Bengkalis sebanyak 11 titik. Selanjutnya, tujuh titik panas terdeteksi di Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu (4), serta Kota Dumai (3), Kuantan Singingi (3), Siak (2), Inderagiri Hilir (1).
Sementara Manggala Agni Kementerian Kehutanan melaporkan adanya karhutla di Kabupaten Pelalawan dan tim sudah memasuki lokasi. Selain itu, BPDP Riau juga melaporkan karhutla di Kabupaten Bengkalis.
Selain Riau, sejumlah provinsi lain di Sumatera juga terpantau memiliki titik panas, di antaranya Aceh sebanyak 19 titik, Jambi (14 ), Bangka Belitung (10), Sumatera Utara (8), Sumatera Selatan (6), Kepulauan Riau (5), serta masing-masing satu titik di Sumatera Barat dan Lampung. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Napi Pekanbaru Kabur Dikejar ke Jakarta, Isu Iming-imingi Petugas Rp30 Juta Mencuat
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Kemunculan Harimau Bikin Panik, Sekolah di Pulau Burung Inhil Diliburkan
-
Sempat Ditangkap, Bandar Narkoba di Siak Kabur dengan Tangan Diborgol