- Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dinyatakan gugur.
- Ali Khamenei wafat dalam serangan rudal Amerika Serikat dan Israel.
- Semasa menjabat presiden, Ali Khamenei memimpin Iran melawan Irak.
SuaraRiau.id - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam serangan rudal Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (1/3/2026) waktu setempat.
Informasi soal wafatnya Khamenei sempat simpang siur dengan informasi kontradiktif antara media Iran dengan media barat yang bermunculan.
Hingga Sabtu (1/3/2026), pejabat Iran menegaskan bahwa sang pemimpin tertinggi sehat wal afiat dan secara teguh memegang komando perang.
Selain menewaskan Ali Khamenei, serangan masif AS-Israel ke sejumlah wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran, juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa rakyat sipil.
Namun, pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump dengan bangga menyebut Khamenei telah tewas dalam serangan yang ia beri "lampu hijau".
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas," tulis Trump di media sosial.
Menyusul wafatnya Khamenei, pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan libur kerja selama seminggu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Angkatan Darat Iran bersumpah akan membalas kematian Khamenei, dengan ulama Syiah Ayatollah Makarem Shirazi menyatakan "perang suci" terhadap AS dan Israel.
Wafatnya Ali Khamenei dipastikan akan menandai era baru di Republik Islam Iran, mengingat ia merupakan pemimpin negara dengan masa jabatan paling lama di Timur Tengah, yakni mencapai 45 tahun.
Khamenei menjadi Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan pencetus Revolusi Islam Iran Ruhollah Khomeini, setelah sebelumnya menjabat sebagai Presiden Iran pada 1981—1989.
Lantas siapakah Ali Khamenei?
Melansir Antara, Ali Khamenei lahir di Mashhad, Iran timur laut, pada 19 April 1939, dan memperdalam ilmu tentang Islam di Qom.
Dia menghadiri kelas-kelas para ulama Syiah, salah satunya adalah Ruhollah Khomeini yang kemudian menjadi pencetus Revolusi Islam Iran.
Setelah Revolusi Islam berhasil menggulingkan Shah Reza Pahlavi dan mengakhiri sistem monarki Iran pada 1979, Ali Khamenei mulai masuk ke tampuk kekuasaan berkat kedekatan dengan Ruhollah Khomeini.
Pada 27 Juni 1981, Ali Khamenei lolos dari percobaan pembunuhan saat berkhutbah di sebuah masjid di Teheran.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera
-
Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru
-
Pekanbaru Berawan Tebal, Padang Diprediksi Hujan Ringan
-
Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis