Tak hanya itu, sebagai bagian dari transformasi BRIVolution Reignite, BRI pun secara bertahap mengimplementasikan inisiatif strategis untuk meningkatkan produktivitas transaksi sekaligus memperkuat kualitas aset secara berkelanjutan.
Dari sisi Retail Funding & Transaction, BRI mengoptimalkan digital channel untuk meningkatkan engagement dan volume transaksi di seluruh lini. Inisiatif tersebut dijalankan melalui berbagai program bagi merchant dan pengguna QRIS, serta perluasan penetrasi BRImo.
Langkah ini pun berkontribusi pada peningkatan basis pengguna BRImo menjadi 45,9 juta atau tumbuh 18,9% YoY. Tak hanya itu, volume transaksi merchant BRI pun meningkat 48,1% YoY menjadi Rp223,2 triliun. Hal ini tak lepas dari berbagai program yang telah dijalankan, seperti Merchant Lucky Ride.
Selanjutnya, dalam melakukan transformasi, BRI juga membuka sumber pertumbuhan baru melalui pengembangan new growth engines. Di segmen Consumer, ekspansi difokuskan pada payroll loan, penguatan KPR melalui kerja sama developer tier-1, percepatan auto loan melalui sinergi dengan BRI Finance, serta pengembangan wealth management.
Sebagai bagian integral dari agenda transformasi menyeluruh BRIVolution Reignite, fase transformasi ini turut diiringi dengan peluncuran penyegaran identitas korporasi melalui inisiatif corporate rebranding dengan semangat baru: “Satu Bank Untuk Semua yang sukses dilaksanakan pada Desember 2025 lalu. Melalui semangat baru “Satu Bank Untuk Semua, pembaruan ini merefleksikan komitmen BRI untuk tetap relevan, adaptif, dan hadir di setiap fase kehidupan masyarakat. BRI berupaya memastikan bahwa setiap ambisi, sekecil apa pun, dapat terwujud serta memberikan dampak nyata bagi kemajuan negeri.
Dengan berbagai inisiatif transformasi yang telah berjalan, kinerja keuangan BRI hingga akhir 2025 pun menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan. Tercatat, total aset BRI tumbuh 7,2% YoY, menjadi Rp2.135 triliun. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga menunjukkan peningkatan yang solid, didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) yang terus menguat. Di mana total dana pihak ketiga tercatat tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp1.467 triliun.
Di samping itu, porsi dana murah yang terus meningkat, memberikan dampak yang positif terhadap Cost of Fund (CoF) BRI. Tercatat CoF dana pihak ketiga pada akhir 2025 sebesar 2,9% atau membaik dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar 3,1%.
Pada sisi intermediasi, kredit BRI tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp1.521 triliun, dengan fokus penyaluran kepada segmen UMKM. Capaian ini melampaui pertumbuhan kredit perbankan nasional sepanjang 2025 yang sebesar 9,6%. Pertumbuhan tersebut tetap dijaga secara prudent dan sehat, tercermin dari rasio NPL sebesar 3,07% pada akhir Triwulan IV 2025. Pada saat yang sama, Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan dari 10,7% pada akhir 2024 menjadi 9,6% di akhir 2025.
“Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba perseroan. Hingga akhir Triwulan IV 2025 BRI berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp57,132 triliun,” tegas Hery.
Direktur Treasury & International Banking BRI Faridha Thamrin pun menyampaikan bahwa pertumbuhan aset selama tahun 2025 didominasi oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar Rp167 triliun YoY yang sebagian besar merupakan pertumbuhan pada kredit segmen UMKM. Hal tersebut menunjukkan komitmen BRI untuk terus mendukung penguatan sektor riil, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, sebagai pilar utama perekonomian nasional.
Baca Juga: Group CEO BRI Apresiasi Kinerja PNM Ciptakan Nilai Sosial Berkelanjutan
Di sisi Dana Pihak Ketiga, fokus strategi BRI untuk penguatan CASA terlihat dari pertumbuhan Giro yang mencapai 19,7% secara year on year dan pertumbuhan tabungan sebesar 7,9% YoY. Ini menandakan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat dengan semakin kuatnya dana murah Perseroan.
Jika dilihat dari struktur pendanaan, DPK BRI semakin kuat dengan rasio CASA meningkat 331 bps YoY, didorong oleh pertumbuhan tabungan ritel yang konsisten. Secara konsolidasi, total DPK tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp1.466,8 triliun, dengan pertumbuhan CASA mencapai 12,7% YoY. Kenaikan giro mencapai 19,7% YoY, dan tabungan tumbuh 7,9% YoY, sehingga mendorong CASA ratio meningkat hingga 70,6%, menandakan biaya dana yang semakin efisien.
Dari sisi segmen, non-wholesale menjadi motor utama, terutama tabungan yang terus meningkat dan menopang stabilitas dana murah. Sementara, wholesale relatif stabil, dengan pergeseran komposisi ke giro yang tumbuh kuat, sementara deposito cenderung moderat. Secara keseluruhan, ini menunjukkan strategi BRI dalam memperkuat transaction-led relationships, menjaga likuiditas, dan meningkatkan kualitas pendanaan yang lebih berkelanjutan.
Kapasitas BRI untuk terus tumbuh secara sehat pun ditopang oleh likuiditas yang solid, hal tersebut tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank berada di level yang ample sebesar 91,4%.
“Kedisiplinan dalam pengelolaan likuiditas terus menjadi fondasi utama bagi BRI dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memastikan struktur dana pihak ketiga (pendanaan) yang optimal,” ujar Farida Thamrin.
Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tercatat di level 23,52%, di atas ketentuan minimum regulator. Posisi ini menunjukkan kapasitas permodalan BRI yang memadai untuk menopang ekspansi bisnis secara prudent, menyerap potensi risiko, serta menjaga stabilitas dan ketahanan Perseroan.
Berita Terkait
-
Lebih dari Sekadar Angpao, Ini Pengalaman Eksklusif Nasabah BRI di Foyer 'Taste of Peranakan'
-
BRI Soroti Akar Perlambatan Kredit: Bukan Dana, Tapi Kepercayaan Pelaku Usaha
-
BRI Group Borong Empat Penghargaan di Ajang Alpha Southeast Asia Awards 2025
-
BRI Cari Desa Terbaik! Pendaftaran Desa BRILiaN 2026 Kini Dibuka
-
BRI Debit FC Barcelona Jadi Simbol Kolaborasi Emosional Dengan Fans
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka
-
Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare