- Golkar Siak menanggapi soal dukungan Sujarwo ke calon direktur KITB.
- Wakil Ketua Golkar Siak menyatakan bahwa dukungan itu bersifat pribadi.
- Golkar Siak netral dan yakin tim pansel akan melakukan pembenahan.
SuaraRiau.id - Partai Golkar Siak angkat bicara terkait dukungan anggota DPRD Siak, Sujarwo terhadap salah satu calon direktur PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).
Wakil Ketua Organisasi Golkar Siak, Naufal Haddrami menyampaikan, dukungan yang diberikan Sujarwo terhadap salah satu calon direktur KITB bukan sikap Golkar Siak.
"Dukungan Jarwo ke salah satu calon direktur KITB itu bukan sikap Partai Golkar Siak," kata Naufal, Rabu (25/2/2026).
Dia menyampaikan, terkait direktur KITB, Golkar Siak bersikap netral dan yakin pemda melalui tim panitia seleksi (pansel) fokus dalam pembenahan dengan merekrut direktur baru yang memiliki kualitas.
"Anggota DPRD harusnya menjadi pengawas sesuai dengan fungsinya bukan pendukung apalagi ketua Komisi yg membidangi BUMD harusnya bersikap netral," ujar Naufal.
Golkar Siak akan mengawal proses UKK PT KITB sampai terpilih direktur yang bisa membawa kemajuan di BUMD tersebut.
"Pemkab Siak sebagai pemegang saham harus hati-hati dan punya penilaian khusus dalam menentukan siapa direktur yang akan tetapkan jangan seperti ada pesan sponsor," sambungnya.
Menurut Naufal, pengalaman penetapan Direktur PT Samudra Siak menghilang setelah ditetapkan direktur dan mengundurkan diri tentu menjadi preseden yang harus jadi pengalaman bersama.
"Kejadian serupa tidak boleh terulang kembali. Pengunduran diri Direktur PT SS kemarin itu seharusnya menjadi tanda tanya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Naufal menyatakan bahwa masyarakat Siak sudah lama menunggu masa berkembangnya PT KITB.
Sebab, sejak terbentuk kawasan tersebut PT KITB belum menunjukan keberhasilan atau kemajuan dalam pengembangan indusri yang ada.
"Masyarakat Siak sudah snagat menunggu, seharusnya kawasan tersebut memberikan efek dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan menajdi sumber PAD bagi daerah," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Pemkab Meranti Perpanjang Belajar Daring Imbas Kabut Asap Belum Reda
-
Pemprov Riau Diminta Ambil Langkah Nyata Terkait Dampak Kabut Asap Karhutla
-
Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir
-
Rekomendasi MP Club Ditutup usai Penggerebekan Narkoba, Ini Kata Agung Nugroho
-
Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah