- Sejumlah pedagang mengeluhkan daya beli masyarakat di Siak.
- Para pedagang mengaku penurunan terjadi sejak 6 bulan terakhir.
- Tak hanya pedagang, ASN di Siak juga mengeluhkan lambatnya gaji.
SuaraRiau.id - Geliat perputaran ekonomi di Kabupaten Siak dinilai masyarakat kurang stabil. Salah satunya disebabkan tidak berputarnya keuangan dari baik dari pegawai, kontraktor serta menurunnya hasil perkebunan.
Bahkan, beberapa pedagang menyampaikan keresahannya terkait lesunya daya beli masyarakat.
Salah seorang pemilik warung harian Selamat Rifaldi mengaku, setengah tahun terakhir jual beli di masyarakat sangat rendah.
Dijelaskan Selamat, biasanya kedai hariannya tersebut bisa mendapatkan omzet sebesar 2-3 juta rupiah dalam sehari.
"Kondisi saat ini, untuk mendapatkan omzet Rp500.000 pun sudah sulit sekali, padahal dibantu dibuka sampai tengah malam," kata Selamat Rifaldi.
Memang, tidak seluruh konsumen dari kalangan ASN atau pejabat pemerintahan, namun banyak yang menyebutkan minimnya aktivitas jual beli lantaran gaji yang tak lagi diterima tepat pada waktunya.
"Banyak pembeli mengeluh gaji tak keluar, sehingga mau tidak mau ya menekan jumlah pembelian," jelasnya.
Ditambahkan Selamat, kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada warung harian miliknya saja. Namun, ada puluhan kedai harian yang ada di sekitar kota Siak juga mengalami kondisi serupa.
"Kondisi seperti ini juga terjadi dengan warung harian lainnya. Kadang kami sambil cerita juga, kalau kondisi saat ini benar benar parah," sambung Selamat.
Sumiati, penjual sarapan pagi juga mengeluhkan hal yang serupa. Ia membuka kedai sarapan mulai pukul 6.00 hingga jam 11.00 WIB.
Biasanya, dalam kurun waktu 4 hingga 5 jam berjualan, Sumiati bisa menjual dagangannya 18 hingga 35 porsi.
"Sudah 5 bulan terakhir gak sampai 10 porsi setiap harinya, itupun jualan hingga jam 13.00 WIB. Ada juga sehari hanya laku satu piring," ungkapnya pilu.
Sumiati sangat berharap, kondisi ini segera berakhir, karena ia juga harus menghidupi anak anaknya yang juga sedang menimba ilmu.
"Saya takut anak saya jadi berhenti sekolah," bebernya.
Sementara itu, Taufik (bukan nama sebenarnya) salah seorang Aparatur Negeri Sipil (ASN) Siak ceritakan bagaimana kondisi keuangan kebanyakan pegawai lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Herry Heryawan Naik Level Jadi Kabaharkam, Kapolda Riau Diganti Arman Achdiat
-
Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti
-
Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Buka Peluang Kerja Inklusif
-
Prabowo Bikin Badan Gambut dan Mangrove Baru, WALHI Riau: Seperti Dejavu