- Mahout menceritakan keseharian menggembala gajah di PLG Minas.
- Ada belasan gajah sumatera dewasa dan anakan yang mereka dampingi.
- Para pawang ini memastikan makan hingga kesehatan gajah terjaga.
SuaraRiau.id - Pagi itu gerimis. Terdengar kicauan burung serindit.
Suara kendaraan melintas di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai masih terdengar samar.
Beberapa pria terlihat memberi makan sejumlah gajah yang seakan sambil bercengkerama.
Para lelaki itu merupakan mahout, sebutan untuk para pawang gajah yang mengabdikan diri di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak.
PLG Minas berdampingan dengan kebun kelapa sawit sehingga areal penggembalaan gajah yang dulunya masih bervegetasi hutan yang sebagian besar sudah berubah fungsi menjadi kebun sawit.
Ada 17 mahout mendampingi 14 gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang dilatih dalam penanganan konflik antar satwa dan manusia.
Salah satu mahout PLG Minas, Widodo (45), menceritakan kesehariannya bersama gajah. Mulai memberi makan, memandikan hingga memastikan kesehatan hewan berukuran jumbo itu.
"Di sini (PLG Minas) terdiri dari gajah dewasa dan anakan. Empat betina, 10 jantan," terangnya, Sabtu (13/12/2025).
Widodo mengaku bersama mahout lain menggembala gajah latih setiap pagi ke tempat-tempat yang ada sumber makanan di sekitar PLG Minas.
"Ngangon (menggembala) gajah sekitar 2-3 kilometer dari PLG, rutin setiap hari," kata pria yang sudah 21 tahun menjadi mahout.
Setelah diantar ke lokasi yang ada sumber pakan, gajah ditinggalkan kemudian dijemput mahout ketika sudah sore.
Menurut Widodo, kendala yang dihadapi sekarang adalah ketersediaan pakan alami gajah yang makin berkurang.
"Pakan sudah menipis, jadi kami kesulitan untuk tempat ngangon. Kalau mengandalkan pakan tambahan tidak mencukupi," jelasnya.
Makanan tambahan yang diberikan kepada gajah yaitu buah-buahan seperti semangka, nenas dan lainnya.
Pakan tersebut biasanya diberikan oleh mahout atau para pengunjung PLG.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Kemenhut Tangkap 3 Pelaku Pembalakan Liar di SM Kerumutan Riau
-
Ratusan Ruko STC Pekanbaru Resmi Jadi Aset Pemkot, HGB Tak Bisa Diperpanjang
-
Harga Sawit Riau Terus Meroket, Nyaris Rp4.000 per Kilogram
-
Padamkan Karhutla Riau, Manggala Agni Kesulitan Dapatkan Sumber Air