- Seorang pria di Kota Pekanbaru ditemukan meninggal dunia.
- Korban yang merupakan karyawan kafe ini diduga bunuh diri.
- Polisi menemukan secarik kertas yang diduga pesan terakhir korban.
SuaraRiau.id - Seorang pria bernama Sandi ditemukan meninggal dunia di Jalan Thamrin, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru pada Minggu (18/1/2026).
Korban yang sehari-hari bekerja di sebuah kafe ini diduga bunuh diri. Jenazah pertama kali ditemukan oleh warga yang kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain dugaan bunuh diri.
"Dari hasil olah TKP sementara, kami tidak menemukan adanya unsur tindak pidana atau kekerasan yang dilakukan pihak lain. Barang bukti yang ditemukan menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri," ujarnya dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Senin (19/1/2026).
Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebuah tangga kayu, kabel listrik, serta satu unit handphone android milik korban.
Selain itu, petugas juga menemukan selembar kertas bertuliskan pesan terakhir yang diduga ditulis oleh korban sendiri. Isi pesan tersebut bertuliskan: "Pw hp: 230603. Thanks all."
Anggi mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban diketahui memiliki permasalahan ekonomi dan diduga kecanduan judi online.
Dari keterangan saksi, ia menyebut korban sempat meminjam uang sebesar Rp500 ribu beberapa hari sebelumnya.
"Selain itu, kami juga menerima informasi bahwa korban diduga memiliki ketergantungan terhadap judi online. Namun hal tersebut masih sebatas keterangan saksi," tegasnya.
Berdasarkan informasi, korban sempat melakukan komunikasi terakhir melalui panggilan video dengan salah satu saksi sekaligus pemilik tempat kerjanya, Dwigi.
Namun, dalam panggilan tersebut korban tidak memberikan jawaban meski telah ditanya berulang kali.
Sekitar pukul 08.00 WIB, saksi bernama Abi, yang hendak berangkat bekerja, melihat korban telah terjatuh di bawah sebuah pohon di sekitar lokasi kejadian.
Polisi langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi. Tak berselang lama, sekitar pukul 09.00 WIB, Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Pekanbaru bersama Piket SPKT Polresta Pekanbaru tiba di lokasi.
AKP Anggi menambahkan bahwa pihak keluarga korban telah menyatakan menolak dilakukan visum et repertum di RS Bhayangkara Pekanbaru.
"Pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan resmi menolak dilakukan visum et repertum dan sepakat untuk mengurus pemakaman korban secara mandiri dengan bantuan warga sekitar," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare
-
Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW