- Dana ganti rugi lahan pembangunan flyover Garuda Sakti capai Rp100 miliar
- Gubri Abdul Wahid menyebut prosesnya tinggal pembayaran
- Flyover Garuda Sakti akan dibangun mulai 2026
SuaraRiau.id - Proses pembangunan flyover Simpang Garuda Sakti Kota Pekanbaru memasuki tahap pembayaran ganti rugi lahan yang mencapai Rp100 miliar.
Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid mengungkapkan Pemprov tinggal membayar uang ganti rugi yang telah disetujui masyarakat pemilik tanah.
"Prosesnya tinggal pembayaran, yang punya lahan sudah setuju. Pembebasannya Rp100 miliar tapi itu diganti lagi oleh pemerintah pusat dengan kegiatan lain yang kami tawarkan," kata Wahid dikutip dari Antara, Kamis (11/9/2025).
Menurutnya, pembangunan akan dimulai tahun 2026 bersumber semuanya dari APBN.
Pemprov Riau lanjutnya telah menandatangani kesepakatan itu dengan Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.
Tahun ini, kementerian telah menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study/FS) sebagai langkah awal sebelum masuk ke tahap perencanaan detail desain tahun depan.
Gubri Wahid menyampaikan, pembangunan Flyover Garuda Sakti mendesak dilakukan karena tingkat kemacetan di jalur tersebut semakin parah dari tahun ke tahun.
Jalan nasional itu menjadi penghubung utama antar wilayah, terutama akses masuk dan keluar Kota Pekanbaru ke Kabupaten Kampar dan juga merupakan jalur ke Provinsi Sumatera Barat.
"Flyover di Jalan Garuda Sakti sangat dibutuhkan karena kemacetan di jalur tersebut semakin parah. Sebagai jalan nasional yang menjadi salah satu jalur padat penghubung antarwilayah, kemacetan yang terjadi kerap memakan waktu hingga berjam-jam dan menghambat aktivitas warga," ungkapnya.
Abdul Wahid menanbahkan bahwa keberadaan flyover di lokasi tersebut akan sangat membantu masyarakat.
Selain memperlancar arus lalu lintas, juga mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru
-
Pekanbaru Berawan Tebal, Padang Diprediksi Hujan Ringan
-
Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat Holding UMi yang Genap Berusia 5 Tahun
-
Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla