Dalam surat edaran tersebut, Agung Nugroho meminta seluruh pihak berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan DBD, mengingat tingginya angka kejadian penyakit tersebut di Pekanbaru pada periode Januari hingga April 2025.
Upaya pencegahan yang diminta, meliputi pemberantasan sarang nyamuk melalui metode 3M Plus, yaitu menguras dan menyikat bak mandi atau kolam air minimal seminggu sekali, menutup rapat tempat penampungan air seperti tempayan dan tandon, serta memanfaatkan atau mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Masyarakat diimbau untuk menghindari gigitan nyamuk dengan memakai anti nyamuk, menggunakan kelambu, memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman anti nyamuk, serta rutin mengganti air vas bunga, dispenser, tempat minum burung, dan tempat-tempat penampungan air lainnya.
17 orang meninggal di Riau akibat DBD
Sementara itu, Dinas Kesehatan Riau mencatat sebanyak 17 orang dilaporkan meninggal dunia dari 1.471 kasus DBD di 12 kabupaten/kota yang terjadi sejak Januari hingga akhir April 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, drg Sri Sadono Mulyanto menyampaikan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi wilayah paling terdampak dengan 6 korban jiwa.
Kemudian disusul Kabupaten Kampar, Rokan Hulu (Rohul) dan Kota Dumai masing-masing 3 orang serta Siak dan Pekanbaru masing-masing melaporkan 1 kasus kematian.
"Kami turut prihatin atas kejadian ini. Data hingga 31 April menunjukkan adanya tren peningkatan yang perlu menjadi perhatian bersama," katanya, Jumat (17/5/2025).
Sri Sadono menuturkan jika faktor lingkungan masih menjadi penyebab utama penyebaran virus dengue, yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti.
Baca Juga: Pekanbaru dan Dumai Jadi Daerah dengan Kasus DBD Terbanyak di Riau
"Masyarakat perlu lebih peduli menjaga kebersihan lingkungan. Upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar nyamuk tidak punya tempat berkembang biak," ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Dinas Kesehatan kembali mengaktifkan peran kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di berbagai wilayah. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Daftar Lokasi Tukar Uang Baru di Pekanbaru Lewat Kas Keliling BI
-
Pancaroba Picu Kewaspadaan Superflu di Kabupaten Tangerang, Dinkes Minta Warga Tidak Panik
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota, dari Pekanbaru Hingga Banten
-
Sekjen PDIP Hasto Lari Pagi di Pekanbaru, Tekankan Pentingnya Kesehatan dan Semangati Anak Muda
-
Prediksi Cuaca Hari Ini 24 Oktober 2025: Awal Musim Hujan, Waspada Sore Hari
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Inilah Kisah Sukses Desa Pajambon Lewat Program Desa BRILiaN Karya BRI
-
Dari Earth Hour ke Aksi Nyata, Inilah Komitmen Berkelanjutan BRI
-
Kampung Koboi Jadi Ikon Transformasi Desa Tugu Selatan Bersama BRI Desa BRILiaN
-
BRI Hadirkan Fitur Pesan Obat di BRImo, Kolaborasi Praktis dengan Apotek K-24
-
Desa Manemeng Perkuat Ekosistem Ekonomi Kerakyatan melalui Program Desa BRILiaN