Menurutnya, Tengku Azmun adalah sosok inklusif yang mampu merangkul semua kalangan, dari tokoh adat, agama, hingga birokrasi. Karakter yang menjadi pondasi kuat bagi harmoni sosial di masa-masa awal kabupaten ini berdiri.
Sementara itu, eks Wakil Bupati Pelalawan, Nasaruddin juga mengenang jasa-jasa almarhum yang begitu besar, baik untuk dirinya pribadi maupun untuk masyarakat luas.
"Jasa-jasa beliau terhadap saya dan seluruh masyarakat Pelalawan sangat banyak, karena beliau adalah bupati definitif pertama kita. Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Pelalawan, terutama umat Muslim, mari kita doakan beliau agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," tutur dia.
Pernyataan ini mempertegas betapa dalamnya rasa kehilangan yang dirasakan oleh semua lapisan masyarakat atas kepergian sosok yang telah meletakkan dasar pembangunan Pelalawan.
Wakil Ketua DPRD Pelalawan, Baharudin menyebut almarhum bukan sekadar pemimpin, melainkan mentor dan sosok bapak baginya. Kenangan terakhir mereka adalah momen ngopi bersama, hanya dua hari sebelum kepergian sang tokoh.
“Beliau berpesan, visi dan misi Pelalawan harus terus dilanjutkan. Beliau mengingatkan, 'Setiap orang ada masanya,' namun yang lebih penting adalah melanjutkan pekerjaan untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Baharudin dengan suara parau menahan haru.
Jenazah H Tengku Azmun Jaafar disemayamkan di Pekanbaru, diiringi penghormatan dari keluarga, sahabat, pejabat, dan masyarakat.
Doa dan air mata mewarnai prosesi, sebagai tanda cinta dan penghargaan atas dedikasi seorang pemimpin yang mengabdi tanpa henti.
Warisan H Tengku Azmun Jaafar bukan hanya terlihat dari gedung-gedung yang berdiri, jalan-jalan yang membentang, atau sekolah-sekolah yang tersebar.
Baca Juga: Truk Angkut Pekerja Tercebur Sungai di Pelalawan: 15 Orang Meninggal, 17 Selamat
Berita Terkait
-
Demi Bayar Pinjol, Pria di Pelalawan Tega Tikam Kasir 22 Kali Tapi Langsung Diringkus Polisi
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Bakar 500 Hektare Lahan Gambut Riau demi Kebun, Pria di Pelalawan Diciduk Polisi
-
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan
-
Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Minyak Sawit dan Kopi Indonesia Jadi Komoditi Paling Diminati di Chongqing
-
Cerita Robot-robot Tahan Ledakan Bikinan Anak Muda dari Chongqing
-
Makin Kuat Bersama Danantara, PNM Perluas Harapan bagi 23,1 Juta Pengusaha Ultramikro
-
Changan Automobile: Industri Mobil Pintar Bertenaga Energi Terbarukan
-
Chongqing 1949, Pertunjukan Sejarah Berbalut Teknologi Canggih