SuaraRiau.id - Jalan Lintas Timur (Jalintim) KM 83 Desa Kemang Pangkalan Kuras Pelalawan yang sebelumnya banjir sudah aman untuk dilewati. Air di area tersebut telah surut.
Kepala BPBD Pelalawan Zulfan FM mengungkapkan bahwa genangan air yang dalam itu sudah mengering sejak Sabtu (22/3/2025) lalu.
"Badan jalan tidak lagi terendam air yang disebabkan luapan Sungai Kampar," katanya kepada Antara, Selasa (25/3/2025).
Banjir Jalintim di KM 83 Desa Kemang kerap terjadi beberapa tahun belakangan ini. Bahkan pada 2025, genangan air berlangsung selama tiga pekan sejak awal Maret.
Kemudian genangan air muncul di Jalintim Desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung yang muncul pada Minggu.
Zulfan mengatakan badan dan bahu jalan telah aman dari belenggu banjir, tapi daratan yang berada di tepi jalan masih dikepung air.
Menurutnya, yang menjadi tantangan dan hambatan bagi pengendara adalah saat melewati Jalintim Kilometer 83 yakni jalan mengalami kerusakan sangat parah.
"Banyak lubang yang dalam dan patahan badan jalan hingga beton yang hancur di bagian pinggir. Jika pengendara tidak cermat memilih jalan, bisa mengancam keselamatan," tutur Zulfan.
Kendaraan kecil sempat dilarang melintas
Baca Juga: Sempat Serang Pekerja hingga Tewas, Harimau di Pelalawan Akhirnya Dievakuasi
Banjir Jalintim sempat memberlakukan arus lalu lintas dengan sistem buka tutup. Banjir terjadi karena luapan Sungai Kampar dan curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Tatit Rizkyan Hanafi mengatakan banjir merendam tiga titik utama, yakni KM 83 di Pangkalan Kuras.
"Saat ini kendaraan roda dua dan sedan dianjurkan untuk tidak melintas karena genangan cukup dalam. Hanya kendaraan besar yang bisa melintasi jalur ini," ujar AKP Tatit, Rabu (12/3/2025).
Ketinggian air di lokasi tersebut 50-55 cm, serta KM 80 dan KM 76-78 di Pangkalan Kerinci dengan genangan 25-30 cm.
Dengan kondisi tersebut, arus lalu lintas di Jalintim terpaksa diberlakukan sistem buka tutup, menyebabkan antrean kendaraan mencapai 500 meter hingga 1 km dari arah Kerinci maupun Sorek.
Sejumlah kendaraan kecil memilih menggunakan jasa towing, sementara sepeda motor dapat naik truk atau sampan sebagai alternatif.
Berita Terkait
-
Walau Rindu Keluarga, Pahlawan Ini Hadir untuk Menjaga Harapan Tetap Menyala
-
Semua Gardu Induk Aceh Bertegangan, PLN Kejar Pemulihan 180 Desa Masih Padam
-
Prabowo: Bantuan Bencana Dibuka Seluas-luasnya, Tapi Harus Transparan dan Tanpa Kepentingan
-
Mobilitas Warga Pulih, Jembatan Sementara Lawe Mengkudu Resmi Difungsikan
-
Palak Pedagang Pakai Sajam, Dua Preman 'Penguasa' BKT Diringkus Polisi
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Ajudan Sekwan DPRD Pekanbaru Terseret Korupsi, 38 Stempel Jadi Bukti
-
5 Mobil Bekas 50 Jutaan Paling Dicari, Tangguh dan Ekonomis untuk Harian
-
5 Mobil Bekas Tahan Banting 100 Jutaan, Keluarga Nyaman di Segala Medan
-
Tiga Pemain Baru Resmi Perkuat PSPS Pekanbaru, Berikut Nama-namanya
-
PHR Dorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Disabilitas lewat Pelatihan Laundry Sepatu