SuaraRiau.id - Empat orang pemuda terlibat baku hantam hingga saling tikam di Kota Tembilahan Indragiri Hilir pada Jumat (4/10/2024) malam.
Akibat duel tersebut, dua di antaranya meninggal dunia terkena tikaman. Korban bernama njo (21) dan Ryan (25) dilaporkan meninggal dunia setelah dilarikan ke RS Puri Husada.
Salah satu pemuda ditangkap Satresmob Polres Indragiri Hilir dan ditetapkan sebagai tersangka yakni S (20). Sementara B masih dalam pengejaran aparat.
"Kasus ini merupakan pembunuhan, bermula dari cekcok meminta rokok," kata Kasatreskrim Polres Indragiri Hilir AKP Anggi Rian Diansyah dikutip dari Antara.
Kasatreskrim mengungkapkan, kronologis kejadian berawal dari, korban Enjo secara tak sengaja bertemu Riyan dan S di depan sebuah toko baju.
Enjo meminta rokok dan uang secara paksa kepada Riyan. Bahkan korban sempat meraba saku celana S untuk mengambil dompet.
Tidak terima perlakuan itu, S mengeluarkan badik dari pinggangnya lalu menikam belakang tubuh Enjo.
"S dan Ryan lalu melarikan diri dan langsung dikejar korban Enjo dan temannya B. Tidak jauh berlari, Enjo terjatuh dan meninggal dunia di pinggir jalan, sementara B terus mengejar S dan Riyan," tutur Anggi.
Selanjutnya, dalam kejar-kejaran tersebut, akhirnya B menikam Ryan dengan luka tusuk yang mengakibatkan luka serius di perut korban.
Dari hasil penyelidikan terhadap para pelaku, Tim Sat Reskrim berhasil mengamankan pelaku S dan barang bukti sebilah badik, di Desa Rantau Panjang Kecamatan Enok, pada Sabtu (5/10/2024). Sedangkan pelaku B masih dalam pencarian.
Baca Juga: Jalan Tembilahan-Rengat Longsor, Lalu Lintas Buka Tutup
"Pelaku mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap korban Enjo, cara menikam korban menggunakan sebilah badik sehingga korban meninggal dunia. Sementara pelaku lainnya masih dalam penyelidikan. Pelaku dikenai pasal 338 Jo 354 Ayat 2 KUHPidana," paparnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard
-
Makan Bergizi Gratis Berujung Petaka: SPPG Kembang Minta Maaf, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Puluhan Siswa SD di Riau Keracunan MBG: Makanan Basi, Murid Muntah-muntah
-
Dendam Sesaat di Gang Buton: Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Maut yang Merenggut Nyawa Yogi
-
Tsania Marwa Singgung Kekuatan Iblis saat Atalarik Syach Bantah Dapat Karma
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
SF Hariyanto: Tidak Ada Pemberhentian PPPK di Riau
-
Serangan Monyet Liar di Tembilahan Lukai Warga, Penembak Dikerahkan
-
KPK Periksa Istri Suhardiman Amby, Sekda hingga Anggota DPRD Kuansing
-
Vonis 2 Tahun Penjara untuk Abdul Wahid, Arief Setiawan dan Dani M Nursalam
-
BRI Percepat Pembiayaan Rumah Bagi Masyarakat, Akad Massal Dihadiri Presiden