SuaraRiau.id - Seorang pria bernama Agus, warga Rangsang Kepulauan Meranti tega mencabuli 6 anak di bawah umur. Korban kebanyakan berusia 13 tahun.
Kapolsek Rangsang Ipda Anton mengungkapkan bahwa kasus pencabulan terjadi di Tribun Luar Stadion Selendang Pelangi pada Sabtu 2 Maret 2024 malam.
"Terduga pelaku kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur diamankan pada Sabtu 27 April," kata Kapolsek.
Ipda Anton mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap tersangka dilakukan atas laporan dari orangtua korban.
Dari interogasi, tersangka mengakui telah melakukan pencabulan terhadap 5 korban lainnya. Bahkan satu korban pernah dilakukan sebanyak 3 kali sejak dari bulan Maret hingga bulan April.
“Korban sebanyak 6 orang, pengakuan pelaku ada salah satu korban dilakukan sebanyak 3 kali,” ucapnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Meranti AKP AGD Simamora menceritakan kalau tersangka sudah diamankan di Mapolres Meranti. Saat ini ditangani oleh unit PPA Polres Meranti yang berkolaborasi dengan unit Reskrim Polsek Rangsang.
Berita Terkait
-
Beraksi 4 Tahun, Siasat Licik Tukang Rujak di Duri Kepa Cabuli Siswi SD: Uang Jajan Jadi Umpan!
-
Kedok Alim Tukang Rujak di Kebon Jeruk Runtuh, Diduga Cabuli Anak Tetangga sejak Balita
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Melanie Subono Geram Ashari Ngaku Khilaf Cabuli Puluhan Santriwati: Itu Namanya Niat!
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
PLN Klaim Listrik di Riau Kembali Normal 100 Persen usai Insiden Blackout
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Jangan Sampai Ciptakan Kepanikan Petani Sawit
-
Bareskrim Polri Selidiki Blackout Sumatera, Bawa Barang Bukti ke Puslabfor