SuaraRiau.id - Sebagian umat Islam melakukan salat Idul Fitri di lapangan. Perempuan yang sedang haid pun dianjurkan untuk datang ke tempat salat Id yang diselenggarakan di ruang terbuka tersebut.
Mengutip laman muhammadiyah.or.id, pandangan Islam terhadap perempuan haid tidaklah negatif. Melainkan setara dengan orang yang sedang mengalami hadas yang tidak diisolasi dari masyarakat.
Nabi Muhammad SAW bahkan memerintahkan agar perempuan yang sedang haid turut hadir, meski tidak ikut dalam salat dan tidak masuk ke dalam shaf salat.
Wanita haid disarankan tetap mendengarkan pesan-pesan Idul Fitri yang disampaikan oleh khatib.
Ummu ‘Athiyyah dalam sebuah hadis, meriwayatkan bahwa Rasulullah memerintahkan agar semua perempuan, termasuk yang sedang haid, keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.
Perempuan yang sedang haid diminta untuk tidak memasuki lapangan tempat salat, tetapi tetap menyaksikan kebaikan hari raya itu dan mendengarkan khutbah. Rasulullah memberikan instruksi kepada perempuan yang tidak memiliki jilbab untuk meminjam dari temannya.
"Diriwayatkan dari Ummu ‘Athiyyah bahwa ia berkata: Rasulullah saw memerintahkan kami supaya menyuruh mereka keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adlha: yaitu semua gadis remaja, wanita sedang haid dan wanita pingitan. Adapun wanita-wanita sedang haid supaya tidak memasuki lapangan tempat salat, tetapi menyaksikan kebaikan hari raya itu dan panggilan kaum Muslimin. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana salah seorang kami yang tidak mempunyai baju jilbab? Rasulullah menjawab: Hendaklah temannya meminjaminya baju kurungnya." [HR. al-Jama‘ah, lafal dari Muslim].
Dengan demikian, momen salat Idul Fitri tidak hanya menjadi kesempatan untuk beribadah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan antara seluruh umat Islam, tanpa memandang status atau kondisi tertentu.
Semua dipersilakan untuk merayakan kegembiraan Idul Fitri, sesuai dengan ajaran Islam yang penuh kasih sayang dan inklusif.
Tag
Berita Terkait
-
Apindo Singgung RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, Ancam Penciptaan Lapangan Kerja
-
Rakyat Dipuji Tangguh, Negara Lupa Membenahi yang Rapuh
-
Buku Akhlak Nabi Muhammad: Pelita Hati, Menumbuhkan Budi Pekerti Sejak Dini
-
Deindustrialisasi Dini: Industri Tumbuh, tetapi Lapangan Kerja Menyusut
-
PHK Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Airlangga: Lapangan Kerja Masih Lebih Besar
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
Terkini
-
Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Buka Peluang Kerja Inklusif
-
Prabowo Bikin Badan Gambut dan Mangrove Baru, WALHI Riau: Seperti Dejavu
-
Bupati Afni Meradang, DBH Migas Siak Dipotong 70 Persen Tahun Depan
-
Perlindungan Anak di Kuansing Disorot Staf Presiden, Pemkab Ungkap Kendala