SuaraRiau.id - Sebanyak 45 dari 74 warga sudah setuju tanahnya dibebaskan untuk pembangunan jalan layang atau flyover di simpang Soebrantas-Garuda Sakti Pekanbaru.
Pj Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan bahwa pembangunan flyover sudah ada rapat konsultasi publik dan setelah dicek ada 74 kepemilikan tanah.
"45 orang hadir dan semua setuju tanahnya dibebaskan, sisanya tidak bisa hadir karena tidak di sini atau rumahnya di luar kota," ujar SF Hariyanto.
Sekda Riau itu mengungkapkan bahwa pembebasan lahan pembangunan flyover di simpang Soebrantas-Garuda Sakti tidak ada masalah, termasuk anggaran yang telah disiapkan.
"Insya Allah kami maju setahap lagi dengan Penetapan lokasi (Penlok) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru dan appraisal nya sudah kami siapkan juga, sehingga dari hasil appraisal itu yang kami bayar kepada pemiliknya," terang SF Hariyanto.
Dia pun berharap dukungan semua pihak, sebab jika tidak selesai pembangunan flyover tersebut akan menjadi masalah besar bagi mobilitas sosial. Apalagi setelah jalan tol terhubung semuanya tentu mobilitas kendaraan akan semakin padat.
"Apalagi nanti banyak kendaraan yang keluar dari pintu Tol dekat sini, baik itu dari Dumai, Rengat, dan Sumatera Barat, tentu jalan akan padat. Maka dari itu saya harap pembebasan lahan harus selesai tahun ini," sebut SF Hariyanto.
Dia juga meminta Bina Marga untuk menyiapkan surat Gubernur yang dituju kepada Kementerian untuk melaporkan progres pembebasan lahan untuk pembangunan flyover.
"Dari laporan itu nanti kita minta Menteri memasukan progam pembangunan flyover Simpang Soebrantas-Garuda Sakti," tegas SF Hariyanto.
Tag
Berita Terkait
-
Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Progres Sudah 83 Persen
-
Barier Beton Digeser Demi Putaran Liar, Dishub Pasang Pengaman Tambahan di Flyover Pesing
-
Usut Temuan Uang di Rumah Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Kaitan dengan Kasus Abdul Wahid
-
Lawan Praktik Calo, Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan untuk Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
PNM Temukan Potensi Besar dari Anak-anak Nasabah PNM Mekaar
-
Pasokan Gas Terbatas, Pekanbaru Terancam Pemadaman Listrik Bergilir hingga 4 Jam
-
PLN Berlakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Pekanbaru Mulai 26 Oktober
-
Operasi Lancang Kuning 2026 Resmi Digelar, Ini 10 Pelanggaran yang Disasar
-
Pemutihan Denda Pajak di Pekanbaru Diperpanjang hingga 31 Oktober 2026