SuaraRiau.id - Pemkab Pelalawan melalui Dinas Perhubungan setempat telah mengeluarkan imbauan terkait tarif angkut kendaraan di Jalan Lintas Timur Pelalawan Km 76-83 yang tengah dilanda banjir. Surat tersebut tertanggal 8 Januari 2024 lalu.
Namun, surat imbauan tersebut nampaknya belum dijalankan di lapangan. Penyedia jasa angkut masih mematok ongkos yang lama.
Informasi itu terungkap dari curhatan warganet di media sosial TikTok @PKC TODAY, Selasa (9/1/2024).
Dalam komentar netizen, disebutkan jika penyedia mobil truk dan trailer yang mengangkut kendaraan tak sesuai yang ditetapkan Dinas Perhubungan Pelalawan.
Mengutip Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, ada warganet yang mengungkapkan bahwa ada anggota keluarganya yang dimintai Rp850 ribu sekali naik.
"Tadi pagi saudara saya diminta Rp 850 ribu untuk mobil minibus," ujar Alevia.
Sementara netizen Edo mengaku diminta Rp800 ribu per mobil.
"Di lapangan harga masih Rp 800 ribu untuk Avanza. Itupun sudah ditawar dari Rp 1,2 juta," terang Dafin.
"Fakta di lapangan beda pak," ujar Ipit.
"Semalam mobil saya naik ke mobil besar dikenakan Tarif Rp 1,2 juta," sebut Antunius.
"Coba turun ke lapangan, cek, karena apa yang disampaikan tidak sesuai dengan yang di lapangan. Tadi pagi, 9 Januari saya masih bayar Rp 850 ribu, tolong tertibkan calo di lapangan pak” sahut Rafin.
Diketahui, Dinas Pelalawan Pelalawan sebenarnya sudah menetapkan tarif standar bagi truk pembawa motor ataupun mobil di Jalan Lintas Timur.
"Himbauan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan, Satpol PP, Polairud, Kepala Desa, Tanggal 8 Januari 2024, yakni upah atau tarif truk trailer, towing dan truk pembawa minibus atau motor telah ditetapkan," tulis himbauan tertanggal 8 Januari 2024.
Mobil sedan atau minibus dikenakan biaya Rp400 ribu termasuk penumpang sedangkan mobil truk, termasuk penumpang dikenakan biaya Rp500 ribu.
Kemudian sepeda motor dikenakan biaya Rp30 ribu termasuk penumpang. Lalu angkutan kucai atau pompong Rp40 ribu untuk sepeda motor (termasuk penumpang).
Berita Terkait
-
Update Karhutla Riau: Siak Tuntas, Kerumutan 4 Hari Tanpa Titik Api
-
Demi Bayar Pinjol, Pria di Pelalawan Tega Tikam Kasir 22 Kali Tapi Langsung Diringkus Polisi
-
Bakar 500 Hektare Lahan Gambut Riau demi Kebun, Pria di Pelalawan Diciduk Polisi
-
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan
-
Konflik Lahan Memanas! Kapolda Riau Tolak Tuntutan Warga di Taman Nasional Tesso Nilo
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Siak Diguyur Investasi Rp1,6 Triliun, Diklaim Serap 700 Tenaga Kerja Anak Muda
-
Kabut Asap Tak Hanya Ganggu Belajar, Anak-anak di Pekanbaru Terserang Demam
-
Kabut Asap, 3 Pesawat Tujuan Bandara Pekanbaru Sempat Berputar-putar di Langit
-
Penderita ISPA di Kuansing Meningkat Drastis Imbas Pekatnya Kabut Asap Karhutla
-
Siswa dan Guru di Kampar Mulai Keluhkan Sesak Napas Akibat Kabut Asap