Eko Faizin
Senin, 01 Januari 2024 | 22:38 WIB
Kondisi tumpukan sampah di Pasar Selasa Simpang Baru, Panam, Pekanbaru, Senin (25/1/2021). [Foto: Riauonline]

SuaraRiau.id - Problematika sampah di Pekanbaru terus menjadi sorotan hingga saat ini. Pada 2024, pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru bakal dilakukan oleh pihak ketiga.

PT Bina Riau Sejahtera keluar sebagai perusahaan pemenang lelang operator angkutan sampah. 

"Proses lelang saat ini sudah selesai, Alhamdulillah, ini sudah kita persiapkan di anggaran tahun 2024," ujar Plt Kadis LHK Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut dikutip dari Riauonline.co.id—jaringan Suara.com, Senin (1/1/2023).

Ingot mengungkapkan jika DLHK Pekanbaru berupaya penuh agar sampah yang ada di wilayahnya bisa berkurang pada 2024. Upaya ini dengan adanya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) 3R, Bank Sampah, serta kegiatan lainnya seperti sosialisasi dan edukasi.

"Saat ini kita sedang formulasikan dan sedang siapkan titik-titik TPS yang nanti akan kita sosialisasikan kepada masyarakat berikut dengan jam buang sampahnya. Jadi, kalau masyarakat bisa mengetahui titik TPS itu dimana dan jam buangnya bisa dilaksanakan secara konsisten, InsyaAllah kita dapat pola distribusi sampah yang real," tandasnya.

PT Bina Riau Sejahtera akan mengelola sampah dua zona sekaligus, yakni zona I dan zona II. Dana yang digelontorkan untuk zona I berkisar Rp27,9 miliar dan zona II sebesar Rp26,8 miliar.

Zona I meliputi tiga kecamatan yaitu Kecamatan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, dan Kecamatan Marpoyan Damai. Zona II yang meliputi Kecamatan Bukitraya, Kecamatan Limapuluh, Kecamatan Pekanbaru Kota, Kecamatan Sail, Kecamatan Senapelan, Kecamatan Sukajadi dan Kecamatan Tenayanraya.

Sementara, untuk zona III yakni wilayah Kecamatan Rumbai, Rumbai Barat dan Rumbai Timur diterapkan pola angkutan swakelola. Masing-masing kecamatan akan bertanggung jawab untuk mengangkut sampah di wilayahnya.

Load More