SuaraRiau.id - Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, Reza Fahlevi tidak menampik masih banyak titik Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah ilegal.
Reza menjelaskan bahwa titik TPS ilegal di Kota Pekanbaru mencapai ratusan titik dengan total 140 titik yang menyebar di 15 kecamatan.
Jumlah TPS ilegal ini lebih banyak dari TPS resmi yang ditetapkan DLHK Pekanbaru.
"Total jumlah TPS resmi yang ditetapkan DLHK Kota Pekanbaru mencapai 48 titik," katanya.
Pihaknya sudah melakukan pendataan kembali jumlah TPS resmi di kota ini.
Jumlah TPS ilegal ini bisa bertambah karena ada oknum yang membuang sampah sembarangan.
"Sampah pun menumpuk di lokasi luar TPS resmi yang kita tetapkan, kita langsung perintahkan operator untuk mengangkut begitu ada tumpukan," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Hendra Afriadi sudah menerbitkan nota dinas untuk penempatan puluhan personel itu di tim Penegakan Hukum (Gakkum).
Mereka nantinya bakal mengawasi puluhan titik TPS ilegal yang memang sering terdapat tumpukan sampah.
Proses pengakutan di TPS ilegal itu tidak bisa tuntas dalam sehari. Ia mendorong proses pengakutan sampah di tiga zona bisa berlangsung optimal.
Pihaknya juga menutup TPS ilegal dengan menempatkan spanduk larangan buang sampah di kawasan. Selain itu, juga memasang spanduk larangan buang sampah di belasan titik.
Tag
Berita Terkait
-
'Pulau Sampah' Kembali Muncul di Muara Angke, Greenpeace Desak Jakarta Benahi Sistem dari Sumber
-
Hidup Minim Sampah di Tengah Tren Belanja Online yang Tidak Ada Habisnya
-
Beralih dari Tisu ke Kain Lap, Solusi Simpel Menuju Gaya Hidup Minim Sampah
-
Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?
-
Meal Prep untuk Less Waste: Cara Sederhana Kurangi Sampah Makanan yang Bisa Selamatkan Bumi
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
Abdul Wahid Ungkit SF Hariyanto Punya 'Tangan' di Mana-mana: Di KPK Ada
-
Profil Mayjen Trenggono Wakil Kepala BGN Baru, Gantikan Sony Sanjaya
-
Harga Sawit Riau Makin Ambruk, Ini Daftar Lengkap Periode 3-9 Juni 2026
-
SF Hariyanto Ngaku Tak Banyak Dilibatkan di Era Abdul Wahid: Saya Ditinggal
-
Karhutla di Kandis dan Sokoi Membaik, Kondisi Rantau Bais Cukup Berat