SuaraRiau.id - Aktivitas juru parkir (jukir) di ruas jalan utama Pekanbaru bakal dipantau kamera CCTV. Rencananya Dinas Perhubungan setempat memasang 20 titik CCTV di jalan padat kendaraan.
CCTV ini dipasang untuk mendukung pemenuhan layanan dari tukang parkir kepada masyarakat. Selain itu, mengawasi jukir agar melayani sesuai standar layanan.
Kepala Dinas Perhubungan Pekanbaru, Yuliarso menjelaskan bahwa pihaknya nanti bekerja sama dengan pihak kepolisian.
"Ini disiapkan pihak ketiga. CCTV ini juga akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memonitor kejadian-kejadian yang melawan hukum," kata Yuliarso, Senin (6/11/2023).
Keberadaan CCTV tersebut juga untuk memastikan penyelenggara parkir berjalan baik atau tidak lantaran pengelolaannya kini sudah menggunakan pihak ketiga.
Yuliarso pun mengungkapkan pihaknya terus menekankan agar juru parkir bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
"Kami juga sangat merespons aduan masyarakat, pemerintah (daerah) saat ini berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam penyelenggaraan parkir lebih baik. Mengenai hal-hal lain semua sudah ditetapkan perda (peraturan daerah)," terangnya.
Lebih lanjut, Yuliarso mengklaim jika saat ini juga tidak ada lagi jukir ditempatkan di jalan lingkungan atau pada pelaku usaha dekat perumahan masyarakat.
Ia menjabarkan bahwa ada aturan yang harus diikuti dalam penyelenggaraan parkir ini. Jika ada yang melanggar maka bisa dilaporkan.
"Di rumus kita sudah jelas, parkir itu pada ruang milik jalan (Rumija). Rumija jalan utama, bukan jalan lingkungan. Itu sudah ada aturannya. Masyarakat jangan khawatir, jika ada hal yang tidak benar lapor pada kami. Kita ambil tindakan sesuai aturan," tegas dia.
Diketahui, permasalahan parkir menjadi sorotan warga Pekanbaru lantaran kehadirannya hampir ada di mana-mana.
Sejumlah tukang parkir bukan hanya beroperasi di ritel besar, namun juga menyasar ke warung-warung kecil bahkan area ATM yang berada di SPBU.
Terbaru, keberadaan parkir mendapat penolakan dari mahasiswa dan pedagang yang ada di sekitar kampus Universitas Riau (Unri).
Berita Terkait
-
Skandal Parkir Liar Cempaka Putih: Oknum Dishub Diduga Pasok Atribut, Pramono Anung Ancam Pecat
-
Bergaya Reserse Pakai Pistol Mainan, Dua Polisi Gadungan Peras Jukir di Terminal Depok Ditangkap
-
Lingkaran Setan Parkir Liar Jakarta: Antara Keterbatasan Lahan dan 'Lahan' Mata Pencaharian
-
Bersih-Bersih Jukir Liar, Wali Kota Jakpus Instruksikan Patroli Gabungan Rutin di Tanah Abang
-
Gak Pandang Bulu! Sudinhub Jakbar Angkut Paksa Mobil Towing Polisi yang Parkir Sembarangan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Kronologi Belasan Gajah Liar Robohkan Dinding Mess PT Arara Abadi di Siak
-
Pekanbaru Raup Untung Rp349 Miliar dari Opsen Pajak Kendaraan
-
Jadwal Buka Puasa Ramadan di Pekanbaru, Minggu 22 Februari 2026
-
Kronologi Istri Polisi di Pekanbaru Jadi Tersangka Kasus Penipuan Miliaran
-
Karhutla Riau: 1.041 Hektare Lahan Terbakar Sejak 2026, Pelalawan Terluas