SuaraRiau.id - Kepulauan Meranti mengalami defisit anggaran pasca Bupati Muhammad Adil ditangkap KPK beberapa waktu lalu terkait dugaan kasus korupsi.
Pemkab Meranti pun menunda sejumlah program-program tak penting karena anggaran daerah defisit hingga Rp250 miliar.
Sekda Meranti Bambang Suprianto mengaku sudah menyurati seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan rasionalisasi terhadap seluruh program yang ada.
"Kita mengalami defisit, prediksinya mulai dari Rp200 miliar sampai Rp250 miliar. Makanya kita minta seluruh OPD bisa mengecek seluruh program dan melakukan rasionalisasi," ujar Bambang dikutip dari Antara.
Bambang menyebut bahwa program-program yang belum dilaksanakan oleh OPD bisa secepatnya dievaluasi. Jika tidak penting dan bersifat mendesak, maka bisa ditunda dulu.
"Seperti pembangunan kantor bupati yang baru yang tahun ini rencananya akan dibangun di Desa Sesap menjadi salah satu yang akan ditunda pembangunannya," tutur Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) itu.
Menurutnya seluruh OPD wajib melakukan evaluasi dan rasionalisasi program dari APBD Kepulauan Meranti Tahun 2023 yang telah di sahkan oleh DPRD sebesar Rp1,2 triliun lebih. Hasilnya akan difinalkan nantinya sebelum pengesahan APBD Perubahan 2023.
"Nantinya setelah kita finalkan, maka akan kita sahkan dalam APBD Perubahan 2023. Perkiraan kita saat perubahan APBD Meranti hanya sekitar Rp900 miliar lebih," tutup Bambang. (Antara)
Berita Terkait
-
Warga Meranti Tewas Diterkam Buaya Saat Menjaring Udang di Sungai, Kronologisnya Begini
-
Pencari Udang di Meranti Tewas Diterkam Buaya, Satu Kakinya Putus
-
Pejabat BPK Riau Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Korupsi Bupati Meranti
-
KPK Dalami Dasar Hukum Muhammad Adil Gadaikan Kantor Bupati Kepulauan Meranti ke Bank
-
BRK Syariah soal Muhammad Adil Pinjam Duit dengan Jaminan Kantor Bupati Meranti
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Membuka Jalan untuk Difabel, PNM Hadirkan Pelatihan Vokasi Menuju Kemandirian
-
Minyak Sawit dan Kopi Indonesia Jadi Komoditi Paling Diminati di Chongqing
-
Cerita Robot-robot Tahan Ledakan Bikinan Anak Muda dari Chongqing
-
Makin Kuat Bersama Danantara, PNM Perluas Harapan bagi 23,1 Juta Pengusaha Ultramikro