SuaraRiau.id - Bupati Meranti Muhammad Adil ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Selatpanjang pada Kamis (6/4/2023) malam.
Muhammad Adil telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan lantaran diduga menerima suap pengadaan jasa umrah.
Wakil Bupati Meranti Asmar memanggil Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten dan seluruh pimpinan OPD ke rumah dinasnya pasca Bupati Muhammad Adil terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
Pemanggilan yang dilakukan Asmar terhadap bawahannya ini mengenai kepastian roda pemerintahan tetap berjalan normal seperti biasanya.
Untuk sementara waktu, Asmar akan mengambil alih kebijakan sebagai Pelaksana harian (Plh) Bupati Meranti sampai beberapa hari ke depan. Ia meminta kepada seluruh jajaran pejabat tetap bekerja optimal agar pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.
"Untuk langkah selanjutnya, semua kebijakan akan dialihkan kepada saya sebagai Plh (Bupati Meranti). Jadi roda pemerintahan tetap berjalan, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan," ujar Asmar kepada Antara.
Saat ditanya mengenai Bupati Adil ditangkap KPK, ia tidak berbicara banyak. Dirinya hanya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang sesuai SOP yang dijalankan.
Kemudian terkait sejumlah ruangan di dalam kantor bupati yang saat ini masih disegel KPK, salah satunya ruangan kerja Sekda. Asmar mengingatkan kepada jajaran dan pihak lainnya selain KPK, tidak ada yang boleh menyentuh atau merusak segel stiker KPK.
"Kalau ruangan yang kena segel, biarkan aja disegel, tidak bisa diganggu. Tetap kita menunggu perintah dari KPK. Yang terpenting pelayanan kepada masyarakat itu yang kita utamakan," bebernya.
Asmar juga tidak mengetahui secara pasti siapa saja pejabat Meranti yang diangkut KPK. Ia tidak mau berandai-andai memberikan informasi sepihak terkait pejabat yang ikut diamankan.
Jika nanti pejabat tersebut masih dalam pengawasan atau keperluan pemeriksaan KPK sehingga terjadi kekosongan jabatan, Wabup akan segera mengisi dengan pejabat yang lain sesuai fungsinya.
"Saya tidak tahu (soal pejabat yang diamankan), mohon maaflah. Kalau (kekosongan jabatan) itu yang terjadi nanti, Insya Allah secepatnya kita isi. Kita akan berkoordinasi dulu dengan BKD dan Sekda, supaya ini cepat berjalan dan tidak ada terhambat," sebutnya.
Sebelumnya, Wabup Asmar mengaku sedih dengan kejadian operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa Bupati Adil.
"Saya sangat sedih dengan kejadian ini. Mereka yang tertangkap dengan KPK semoga diberikan kesabaran dan keluarganya diberi ketabahan," kata Asmar. (Antara)
Berita Terkait
-
Terjaring OTT KPK, Petinggi BPK Riau Ikut Diangkut Bareng Bupati Meranti
-
KPK Tegaskan Endar Priantoro Punya Andil dalam OTT Bupati Kepulauan Meranti
-
Bupati Meranti Tersangka Langsung Ditahan KPK, Disebut Terima Rp26 Miliar
-
Terlibat Tiga Kasus Korupsi, Bupati Meranti Muhammad Adil Ditahan KPK
-
Bupati Kepulauan Meranti Diduga Suap Auditor BPK demi Predikat WTP
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Komite dan Kepala Sekolah Jangan Sampai 'Bermain' dalam SPMB Pekanbaru
-
BRI Permudah Investasi Emas, Kini Bisa Nabung Otomatis Sambil Transfer di BRImo
-
Bocah 13 Tahun Jadi Komplotan Begal di Pekanbaru, Diringkus Bareng 2 Rekannya
-
Panitia SPMB Dilarang Terima Titipan-Gratifikasi, SF Hariyanto: Jangan Coba-coba!
-
BRImo Kini Sediakan Reksa Dana USD Batavia, Buka Akses Lebih Luas ke Pasar Global