SuaraRiau.id - Bupati Meranti, Muhammad Adil beberapa waktu lalu menyebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tak transparan dalam permasalahan Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi (migas) di Meranti.
Staf Khusus Kemenkeu, Yustinus Prastowo akhirnya buka suara menanggapi pernyataan yang disampaikan Bupati Adil tersebut.
Yustinus dalam cuitannya, menyebut bahwa pernyataan yang dilontarkan Bupati Adil tidak etis. Hal itu lantaran Adil merupakan pejabat daerah yang seharusnya menjadi pengayom dan teladan bagi masyarakat.
"Di saat segenap pegawai @KemenkeuRI bekerja menjalankan amanat UU, pernyataan Bupati Kab Kepulauan Meranti ini tentu amat tidak pantas. Apalagi kapasitasnya sebagai seorang pimpinan daerah, yg seharusnya menjadi pengayom dan teladan. Saya akan tanggapi melalui video utas," ungkap Yustinus dalam video unggahannya di Twitter dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Minggu (11/12/2022).
Dia mengungkapkan bahwa dalam desentralisasi fiskal pemerintah pusat tiap tahun telah menggunakan sebagian pendapatan negara termasuk dari sektor migas untuk anggaran transfer ke daerah.
"Ini adalah upaya utk mendukung Pemerintah Daerah memberikan pelayanan publik di daerah masing-masing," tulisnya.
Lebih lanjut, Yustinus mejelaskan bahwa guna memitigasi ketidakseimbangan vertikal termasuk daerah penghasil migas, pemerintah pusat mengalokasikan Transfer Dana ke Daerah (TKD) melalui DBH migas secara transparan dan adil sesuai UU.
Selain itu, pemerintah pusat juga menyalurkannya melalui program/kegiatan oleh K/L melalui APBN.
Selain DBH, sebutnya, ada pula Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Insentif Daerah (DID), serta Dana Desa dengan alokasi TKD rata-rata mencapai 20 persen dari TKD Nasional.
"Besaran yang tinggi untuk pembangunan daerahnya, belum lagi pendanaan dari PAD. Berikut alokasi TKD daerah penghasil migas," terang Yustinus.
Terkait Kepulauan Meranti yang merupakan salah satu daerah penghasil migas, Yustinus menyebut perhitungan TKD tahun 2023, khususnya DBH migas untuk Kepulauan Meranti dilaksanakan sesuai ketentuan UU 1/2022 ttg HKPD.
"Sangat clear dan legitim," pungkasnya.
Yustinus menyebutkan bahwa total alokasi DBH Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar Rp 207,67 miliar dan mengalami kenaikan 4,84 persen, dari 2022 dengan DBH SDA Migas Rp 115,08 miliar.
“Ada penurunan dari 2.489,71 ribu menjadi 1.970,17 ribu barel setara minyak,” kata Yustinus.
Di saat alokasi DBH migas turun, kata dia alokasi DAU Kabupaten Kepulauan Meranti justru naik 3,67 persen menjadi Rp 422,56 miliar.
Berita Terkait
-
Aset Minyak Daerah Miskin Disedot Pusat, Bupati Meranti Sebut Kemenkeu Iblis
-
Bupati Meranti Marah Dana Bagi Hasil Minyak Tak Adil, Singgung Pindah ke Malaysia
-
Dampak 'Nyanyian Sumbang' Bupati Meranti Muhammad Adil, Pakai Kemeja Kota-Kotak Anak Buah Jokowi dan Sri Mulyani Pasang Badan
-
Kronologi Bupati Meranti Ngamuk Gegara DBH Migas, Ancam Membelot Ke Malaysia Hingga Angkat Senjata
-
Stok Pertalite dan Solar di Bali Habis, Begini Jawaban Pertamina kepada Ombudsman
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tapir Mati Mengenaskan di Areal Perusahaan, Diduga Ditabrak Truk Besar
-
Polisi Tetapkan Tersangka Karhutla 180 Hektare di Bengkalis
-
Abdul Wahid Terjerat Dugaan Korupsi, UAS: Aku Akan Tetap Membelamu
-
Pemkab Siak Sewa Mobil Dinas Rp8 Miliar, tapi Ada yang Janggal
-
Segera Dibuka, Berikut Link SPMB Tingkat SD dan SMP di Pekanbaru