SuaraRiau.id - Banjir merendam puluhan rumah warga di Kecamatan Rangsang Barat, Kepulauan Meranti baru-baru ini. Banjir terjadi setelah diguyur hujan deras belakangan ini.
Saat ini kondisinya masih belum surut dan air mencapai selutut orang dewasa. Pihak pemerintah daerah melalui BPBD, kepolisian dan TNI setempat langsung tanggap turun ke lokasi rawan banjir.
Di lapangan, terlihat Bupati Meranti Muhammad Adil dan Kapolres AKBP Andi Yul LTG, Selasa, melakukan peninjauan dan penyaluran bantuan terhadap masyarakat desa yang terkena dampak bencana banjir.
Selain itu, Danramil 02 Tebingtinggi Arh Isnanu, para PJU Polres dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti juga ikut turun ke lokasi.
Bupati dan Kapolres Meranti memberikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak musibah banjir secara door to door. Bantuan paket sembako berupa beras, mie instan, telur dan minyak goreng tersebut dibagikan kepada puluhan KK. Diantaranya 83 KK di Desa Mekar Baru, 92 KK di Desa Bina Maju, 5 KK di Desa Melai dan 2 KK di Desa Sungai Cina.
Di sela-sela itu, Bupati Adil mengungkapkan bahwa Pemkab Kepulauan Meranti menyediakan pos siaga 24 jam untuk warga yang membutuhkan bantuan. Pos ini diisi oleh petugas dari BPBD Kepulauan Meranti, TNI, Polri dan petugas kesehatan.
"Petugas di posko banjir ini siaga 24 jam. Bagi warga yang membutuhkan bantuan segera sampaikan. Termasuk jika ada yang sakit, maka petugas kesehatan akan langsung mendatangi rumah warga," kata Bupati Adil.
Saat peninjauan, Bupati juga mendengarkan langsung keluhan dari warga dan penjelasan dari unsur pemerintah desa. Dimana, selain intensitas hujan yang cukup tinggi, salah satu penyebab banjir tersebut akibat pendangkalan sungai, sehingga air tidak bisa mengalir ke laut dengan lancar.
"Untuk kondisi di lapangan terus kita pantau. Bahkan, kita juga berupaya maksimal agar banjir tersebut dapat segera surut, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal," bebernya.
Sementara itu, Kapolres AKBP Andi Yul LTG menuturkan bantuan tersebut merupakan tanggapan Pemda Kepulauan Meranti dan Polres terhadap warga yang terkena banjir. Menurutnya, dengan bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga.
"Kami turun melihat langsung kondisi banjir yang terjadi di dua desa di Kecamatan Rangsang Barat ini. Sekaligus membantu meringankan beban warga yang terdampak," tutur Andi Yul.
Terkait dengan kondisi tersebut, ia menyebutkan bahwa hidrometeorologi banjir yang terjadi di Kecamatan Rangsang Barat Banjir akibat curah hujan yang sangat tinggi dengan ketinggian air lebih kurang 30-60 centimeter.
"Hampir seluruh rumah warga terdampak banjir termasuk rumah ibadah dan sekolah. Warga tidak dapat beraktivitas sebagaimana mestinya. Untuk itu, kita melakukan peninjauan langsung kondisi banjirnya," kata Kapolres.
Adapun upaya penanganan banjir, sebutnya, tim gabungan melaksanakan monitor serta menyiapkan bantuan bila masyarakat butuh bantuan. Bahkan, termasuk juga menyiapkan lokasi pengungsian sementara untuk tempat evakuasi.
"Tim gabungan saat ini mencari solusi agar genangan air segera surut. Untuk posko penanggulangan bencana hidrometeorologi dan banjir sudah disediakan, yang berlokasi di Masjid Jamik Baiturrahim, Desa Bina Maju Kecamatan Rangsang Barat tersebut," jelas Kapolres Andi. (Antara)
Berita Terkait
-
Hati-hati! Segini Parah Longsoran Lumpur Tutup Akses Jalan Ponorogo - Trenggalek
-
BMKG: Waspada Banjir dan Longsor di 15 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat, Simak Dimana Saja
-
Ada 14 Titik Bencana di Kabupaten Cianjur Selama Satu Pekan, Masyarakat Diminta Waspada
-
Sudah Ribuan Rumah Terendam Banjir, Pemkab Siak Belum Tetapkan Status Siaga
-
Banjir di Samarinda, Pria Ini Sampai Mancing dan Dapat Udang: Udah Terbiasa
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Kemenhut Tangkap 3 Pelaku Pembalakan Liar di SM Kerumutan Riau
-
Ratusan Ruko STC Pekanbaru Resmi Jadi Aset Pemkot, HGB Tak Bisa Diperpanjang
-
Harga Sawit Riau Terus Meroket, Nyaris Rp4.000 per Kilogram
-
Padamkan Karhutla Riau, Manggala Agni Kesulitan Dapatkan Sumber Air