SuaraRiau.id - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswa asal Jakarta yang mengikuti program pertukaran pelajar di Universitas Islam Riau (UIR) menghebohkan jagat maya beberapa waktu lalu.
Isu tersebut terungkap usai adanya cuitan netizen di Twitter yang menyatakan ada mahasiswa yang disodomi di asrama saat acara pertukaran mahasiswa di sebuah kampus Islam di Riau.
Menurut, Tegar Putuhena selaku kuasa hukum korban, sebelum isu tersebut heboh di media sosial keluarga korban telah melaporkan ke pihak kampus namun tak ada pergerakan.
Tegar menyatakan sedari awal ibu korban telah melaporkan perkara tersebut melalui pesan WhatsApp. Saat itu seluruh kronologi pun telah disampaikan.
"Pihak kampus sudah tahu sebelum ramai di sosial media. Ibu korban telah melapor via WhatsApp karena memang kondisi yang jauh. Jadi kalau ada yang bilang tidak tahu, saya pastikan itu bohong," sebut Tegar kepada Antara via sambungan telepon, Rabu (2/11/2022).
Sesaat setelah cuitan dari akun @mazzini_gsp viral, barulah pihak kampus diketahui mengadakan rapat.
Lanjutnya, korban dan keluarganya juga telah membuat laporan ke Bareskrim Polri pada Kamis, (27/10/2022) lalu. Selain itu, di hari yang sama korban juga melakukan visum.
"Visum sudah dilakukan dan kini masih di kepolisian untuk assessment psikolog, pemeriksaan dan lainnya. Kami serahkan pada kepolisian untuk bekerja mengusut ini," ucap Tegar.
Dikatakan Tegar, saat ini korban sendiri masih dalam keadaan trauma sehingga pihaknya belum dapat memaparkan kronologi peristiwa tersebut terjadi.
"Korban masih dalam keadaan trauma, jadi untuk kronologi belum dapat dulu kami bicarakan untuk tidak memicu traumanya. Nanti ada waktunya," pungkasnya.
Sebelumnya,warganet dihebohkan dengan sebuah cuitan di media sosial lantaran menyebutkan adanya perilaku tak senonoh oleh mahasiswa saat program pertukaran mahasiswa di salah satu kampus Islam di Riau.
"Dunia makin gila. Mahasiswa kampus Islam di Jakarta lagi pertukaran pelajar di kampus Islam di Riau malah disodomi sama dua orang mahasiswa sono saat di asrama kampus. Akhirnya korban cerita sama ibunya. Si ibu tahan minjem uang buat evakuasi anaknya dari Riau ke Jakarta," bunyi cuitan dari akun @mazzini_gsp. (Antara)
Berita Terkait
-
Tanggapi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual yang Menimpa Atlet Gulat Putri, KONI Bantul Libatkan Bidang Hukum
-
Dugaan Kasus Sodomi Mahasiswa di Asrama, Kampus UIR Periksa Sejumlah Saksi
-
Tindaklanjuti Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Atlet Gulat di Bantul, Polisi Segera Periksa Terduga Pelaku
-
Dua Mobil Ringsek Tertimpa Batu Besar di Cadas, Geng Motor Berulah Acungkan Sajam Hingga Rusak Gerobak Pedagang
-
Cegah Trauma Saat Dewasa, Anak Korban Kekerasan Seksual Perlu Segera Dapat Pertolongan Kejiwaan
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Indonesia Berprestasi di SEA Games 2025, Menpora: BRI akan Transfer ke Rekening Atlet dan Pelatih
-
4 Mobil Bekas 100 Jutaan untuk Keluarga, Mesin Bandel dan Kabin Nyaman
-
3 Mobil Suzuki Bekas 7-8 Penumpang, Desain Gagah dan Fleksibel
-
4 Mobil Toyota Bekas dengan Captain Seat, Kemewahan Menyamai Alphard
-
6 Mobil Bekas Selain Alphard yang Menawarkan Captain Seat Terbaik