SuaraRiau.id - Kasus perampokan disertai pembunuhan ibu dan anak di Kuansing akhirnya terungkap. Polres Kuansing meringkus para tersangka R (29), NS (43) dan A (64) pada Kamis (6/10/2022).
Kapolres Kuansing AKBP Rendra menjelaskan awalnya R berniat mencuri di rumah tersebut karena ada hutang yang harus dibayarkan. Hal tersebut ia ceritakan ke NS yang merupakan tantenya dan ia bersedia membantu.
NS pun membantu rencana pencurian tersebut dengan mengantarkan R ke rumah korban dan langsung pulang. R mengendap-endap mengawasi rumah, menunggu hingga lampu dimatikan yang menandakan penghuni rumah telah tidur.
"R ini masuk dari jendela belakang yang bisa digeser. Awalnya ia mau mengambil gelang Suryani yang tengah tidur, namun tiba-tiba korban terbangun," terang Rendra dikutip dari Antara, Minggu (9/10/2022).
Merasa terdesak, R kemudian berlari ke dapur mengambil kapak yang ada di sana kemudian mengayunkan ke Suryani dan ibunya, Hasnah.
Akibat penganiayaan tersebut, kedua korban pun terluka dan tewas kehabisan darah.
Sedangkan R masih melancarkan aksinya mengambil perhiasan-perhiasan serta uang tunai Rp6 juta yang disembunyikan di balik kasur.
"Setelah membunuh dan mengambil harta dari rumah tersebut, pelaku melarikan diri dengan motor korban dari pintu depan," lanjut Rendra.
Gempar dengan ditemukannya Hasnah dan Suryani dalam keadaan tak bernyawa, R pun merasa takut perbuatannya terbongkar. Ia kemudian menguburkan handphone yang diambilnya dari rumah tersebut di sebuah kebun.
Diterangkan Rendra, pelaku lain berinisial A yang mengetahui kejadian tersebut menyatakan ia yang akan menghilangkan bukti handphone itu. A pun membakar dan menghancurkan salah satu handphone hasil curian, sedangkan satu handphone lagi dibuangnya ke sungai.
Sedangkan barang bukti sepeda motor yang dilarikan R telah dibuang ke Sungai Batang Kuantan dari atas Jembatan Benai.
"Berdasarkan pengakuan pelaku, untuk perhiasan yang diambil telah dijual ke seorang sopir yang bahkan tak mereka kenali. Untuk barang bukti sepeda motor telah berhasil kami keluarkan dari sungai," tuturnya.
Ironinya lagi, dikatakan Rendra, hingga kini ayah dari keluarga tersebut belum dapat dihubungi karena masih berada di ruang ICU di Tanah Suci.
"Kata rekannya yang juga pergi umrah mengatakan Pak Hatta masih tak sadarkan diri di ICU. Ia belum tau kejadian ini," tegas Rendra. (Antara)
Berita Terkait
-
Pasrah atau Menyerah? Benarkah Ferdy Sambo Tak akan Melawan dalam 11 Sidang dan 3 Kontainer Barang Bukti
-
Pengacara Bharada E Fokus Terhadap Pasal yang Berpotensi Bikin Posisi Ferdy Sambo Berat di Persidangan
-
Sosok Inilah yang Sembuhkan Trauma Bharada E, Kejutan Disiapkan Makin Kuat Bongkar Skenario Ferdy Sambo
-
Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Kuansing Terancam Hukuman Seumur Hidup
-
Ngeri, Kronologi Anak Bantai Ayah dan Satu Keluarga di Lampung Gegara Rebutan Warisan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Bupati Afni Zulkifli Resmi Menjadi Ketua Partai Nasdem Siak
-
Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering
-
Kualitas Udara Pekanbaru Masih Buruk, Siswa Pulang Lebih Awal
-
Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera