SuaraRiau.id - Sekilas tidak ada yang berbeda dari Raja Muhammad Hayuri Islami dengan remaja lainnya. Namun, siapa sangka alumni MAN 2 Pekanbaru merupakan mahasiswa termuda di Universitas Gajah Mada (UGM) tahun ini.
Raja Muhamad masuk perguruan tinggi ternama di Indonesia jurusan filsafat saat berusia 15 tahun 11 bulan.
Remaja kelahiran Pekanbaru ini, memang sudah menyukai filsafat sejak lama. Dasar itulah menjadi dorongan baginya untuk kerap membaca buku tentang ilmu yang mengkaji pernyataan-pernyataan umum dan asasi.
Bahkan, ia juga sering berselancar di dunia maya untuk memperdalam filsafat.
Ketertarikan itu, membuatnya memutuskan untuk mendaftarkan diri menjadi mahasiswa UGM setelah tamat sekolah. Ia mendaftar melalui program Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) dan dinyatakan lulus.
‘’Saya memang suka belajar filsafat, dan bisa dibilang itu fashion saya,” sebut Raja Muhammad Hayuri Islami saat dihubungi, Rabu (3/8/2022) petang.
Sejumlah tokoh filsuf juga diidolakan mahasiswa yang akrab disapa Raja. Di antaranya filsuf Yunani kuno, filsuf islam serta filsuf nusantara.
“Saya suka tokoh, mungkin ke lebih masa lalu. Dari Yunani kuno seperti Plato, Aristoteles. Untuk dari tokoh islamnya itu Ibnu Sina,” kata Raja.
Raja menceritakan, dirinya menjadi mahasiswa termuda lantaran menempuh pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah atas selama sebelas tahun. Ia masuk Sekolah Dasar (SD) Negeri 65 Pekanbaru saat menginjak lima tahun.
Enam tahun kemudian, buah hati pasangan Raja Yulian Taufik dan Tesina Efita Sukma melanjutkan pendidikannya di MTS Negeri Pekanbaru, Jalan Pattimura selama tiga tahun.
‘’Saya kemudian masuk ke MAN 2 Pekanbaru. Saya memilih sekolah itu karena yakin bisa menggali potensi saya. Dan saya dapat belajar agama lebih mendalam,’’ ujar remaja kelahiran Agustus 2006 silam.
Di MAN 2 Pekanbaru, Raja mengambil peminat Ilmu Pendidikan Sosial (IPS). Ia pun mengkuti program Sistem Kredit Semester (SKS). Dimana, siswa bisa menyelesaikan masa pendidikannya dalam waktu 2 tahun, 3 tahun, dan 4 tahun.
‘’Di MAN 2, saya sekolah selama dua tahun,’’ sebutnya.
Warga Kecamatan Rumbai itu menuturkan, ketekunan dan uletan yang membuat dirinya bisa seperti kini. Ia juga kerap mengisi waktu luang dengan membaca untuk menambah wawasan.
‘’Kalau cara belajar saya, hafal yang perlu dihafal dan pahami. Saya lebih mencoba memahami ketimbang menghafal,’’ kata remaja yang telah menetap di Yogjakarta.
Lebih lanjut dikatakan Raja, dirinya menargetkan untuk menyelasaikan jenjang S1 di UGM dalam waktu 3,5 tahun. Ia pun berniat akan melanjutkan pendidikan S2 di perguruan tinggi tersebut.
‘’Saya berharap itu semua bisa terwujud,’’ tutup Raja.
Terpisah, Dr Mery Novikawati MPd menyebutkan, Raja merupakan siswa yang mengikuti program SKS yang dapat lulus dalam waktu dua tahun. Siswa yang mengikuti program tersebut meski mengikuti tahapan seleksi.
‘’Kebetulan Raja ini, ikut program SKS dan lulus jangka 2 tahun,’’ ucap Wakil Kepala Bidang Humas MAN 2 Pekanbaru.
Raja kata Mery, salah satu siswa yang berprestasi. Ia sangat rajin dan tekun dalam proses pembelajaran di sekolah.
‘’Anaknya tekun, serius dan sopan. Apapun tugas diberikan selesai sebelum batas waktu,’’ kata Mery.
‘’Anaknya memang suka filasat. Terlihat dari cara bicaranya terstruktur, dewasa dan kalau bertanya dengan guru pilihan kosa katanya bagus. Berbeda dengan anak seusianya,’’ sambung guru yang pernah mengajar Raja untuk mata pelajaran Bahasa Inggris.
Lebih lanjut disampaikan Mery, angkatan 2021 terdapat 7 siswa peminatan IPS yang mengikuti program SKS. Salah satunya Raja Muhammad Hayuri Islami. Sedangkan, peminatan IPA seangkatan Raja sebanyak 30 siswa.
‘’Raja ini bukan yang pertama. Tahun lalu, ada siswi kita bernama Salwa Naya juga mahasiswa termuda di Universitas Padjajaran Bandung Fakultas Hukum,’’ tegas dia.
Kontributor: Riri Radam
Tag
Berita Terkait
-
Jamaah Haji Riau Tiba di Batam, akan Diperiksa Kesehatannya di Bandara SSK II
-
Pegawai Honorer Kantor Lurah Pekanbaru Tewas usai Tersenggol Motor lalu Ditabrak Mobil
-
Tikus Nemplok di Kepala Wanita saat Salat Jadi Sorotan, Kebakaran Terjadi di Hotel Cosmo Kota Jogja
-
Pelaku Hipnotis Telur Ditangkap, Warga Pekanbaru Kehilangan Puluhan Juta
-
Sosok Mahasiswa Termuda UGM, Usia 15 Tahun Diterima di Fakultas Filsafat
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
4 Prompt Gemini AI Edit Foto Tema Imlek, Hasil Gambar Dijamin Realistik
-
4 Mobil Honda Bekas yang Nyaman Diajak Mudik, Asyik buat Jalan-jalan
-
Bupati Afni Protes Dana Transfer ke Daerah Siak Dipangkas 50 Persen
-
Perjuangan 2 Kakek Pensiunan di Riau Tuntut Keadilan hingga Mahkamah Agung
-
Pajak per Batang Sawit di Riau Bakal Dikaji Ulang: Karena Potensi Sangat Besar