SuaraRiau.id - Kasus ayah mutilasi anak di Riau beberapa waktu lalu sempat menghebohkan publik. Pembunuhan sadis tersebut terjadi Kecamatan Tembilahan Hulu, Indragiri Hilir.
Pelaku berinisial A (42) diketahui membunuh putrinya yang baru berumur 9 tahun dengan cara keji.
Tubuh gadis kecil tersebut dipotongnya menjadi tiga bagian, antara kelapa, badan dan kaki pada Senin (13/6/2022).
Pelaku mutilasi anak sempat menjalani observasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Pekanbaru selama 14 hari. Namun, ternyata dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa.
Kapolsek Tembilahan Hulu Iptu Ricky Marzuki membenarkan A dinyatakan tak mengalami gangguan jiwa berdasarkan surat dari RSJ Tampan.
"Hasilnya sudah keluar, hasilnya tersangka tidak mengalami gangguan jiwa. Kini pelaku ditahan di Polres Tembilahan guna penyidikan lebih lanjut," ucap Ricky dikutip dari Antara, Selasa (5/7/2022).
Ricky menyebutkan pelaku mengaku tega membunuh anaknya karena sayang dan tak ingin korban kesusahan di dunia.
"Namun motif ini masih kami dalami. Pemeriksaan kami lakukan bertahap sebab yang bersangkutan dalam kondisi tertekan. Pelaku sadar melakukan pembunuhan tersebut," lanjutnya.
Dijelaskannya Ricky, modus A berpura-pura akan mencukur rambut anaknya. Saat korban telah duduk, ia langsung menebas lehernya.
Baca Juga: Intan, Wanita Diduga ODGJ yang Ngamuk di Konter HP Diamankan Satpol PP Bontang
"Saat itu, katanya, anaknya tak langsung tewas. Korban sempat memanggil 'Bapak' sebelum kehilangan nyawanya. Baru lah pelaku memangku korban," tutur Ricky.
Saat ditangkap polisi, pelaku dalam kondisi baik. Kadang-kadang melantur saat ditanya. "Entah ini hanya alibinya. Penyelidikan masih kami dalami," tegas dia. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Intan, Wanita Diduga ODGJ yang Ngamuk di Konter HP Diamankan Satpol PP Bontang
-
Kasus Ayah Mutilasi Anak di Riau Terungkap, Korban Sempat Panggil 'Bapak' sebelum Tewas
-
ODGJ yang Ngamuk di Konter HP Jalan Ahmad Yani Ternyata Pernah Ditangani Dissos-PM Bontang
-
Harga Cabai Merah Tembus Rp150 Ribu/Kg, Emak-emak Banyak Beli per Ons
-
Warga Indragiri Hilir Tewas Diterkam Buaya, Sempat Hilang Diseret ke Tengah Sungai
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pemotong Rumput asal Perawang Siak Bobol Sistem Keamanan NASA
-
Kabut Asap Karhutla: 376 Kasus ISPA di Pekanbaru Sejak Agustus 2026
-
Karhutla di Pelalawan Capai 300 Hektare, Indragiri Hulu Lebih Luas
-
Tiga Polisi di Bengkalis Demosi 3 Tahun, Patsus 30 Hari Imbas Kasus Penganiayaan
-
Pemkab Kepulauan Meranti Serahkan SK Pengakuan MHA 3 Komunitas Adat