Sementara itu Dirjen Kelembagaan Dikti Dr Lukman ST MHum yang hadir memberikan apresiasi pelaksanaan EA6.
"Di sini saya ingin menyampaikan pesan mas Menteri, mas Menteri adalah seorang entrepreneur. Badai covid 19 sudah 2 tahun telah menurunkan ekonomi dan juga munculnya pengangguran dll. Tapi jangan salah covid tidak selama jadi musibah, ternyata di balik ini ada hikmah, bidang lain ada yang colaps, dan bidang lain bangkit seperti bidang Teknologi Informasi, dan bidang kekinian," ujarnya.
"Sesuai arahan bapak Presiden jelas ayo kita bangkit, recover together, recover stronger, jangan jadikan covid sebagai penyesalan tapi covid bisa jadikan hijrah atau move on, ini menjadi pemicu dan pemacu untuk membangun negara SDM unggul yang di banggakan." sambung Dr Lukman.
Dijelaskannya lebih lanjut Dikti memiliki lima arah kebijakan dan strategi salah satunnya meningkatkan angka partisipan perguruan tinggi, meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan tinggi.
Makanya bagaimana lulusan mahasiswa tidak menjadi pengangguran. Entreprenuership Award adalah salah satu cara tidak menjadi pekerja tapi menjadi pengusaha. Untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak salah satunya adalah dengan menjadi Enterprenuer/pengusaha.
" Saat ini ada sekitar 4500 Perguruan Tinggi di Indonesia dengan 9 juta mahasiswa, kalau mahasiswa kita siapkan mencari pekerjaaan, maka pekerjaan ada atau tidak pekerjaan/lapangan kerjannya? yang lebih penting bagaimana menyiapkan mereka supaya menjadi wirausaha, sehingga yang dibangun adalah semangat entreprenuer," terang Dr Lukman.
Pada EA ke 6 menjadi sejarah baru karena seluruh mahasiswa di Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia dapat mengirimkan karya atau proposal, total hadiah Rp150 juta.
Peserta dapat mengirimkan karya secara online di https://ea.unilak.ac.id/. Ada dua kategori yang dilombakan yaitu Bisnis Berjalan dan Rencana Bisnis, penghargaan bagi pemenang akan direncanakan di bulan Oktober 2022.
Berita Terkait
-
Lapau Rang Sangka: Surga Sarapan Minang di Jalan Cipta Karya Pekanbaru
-
Alam Mayang Pekanbaru, Destinasi Liburan Keluarga yang Wajib Dikunjungi!
-
Lezatnya Bakso Lava Aisyah, Pilihan Tepat untuk Pencinta Kuliner Pekanbaru
-
Sensasi Martabak Sarang Tawon, Cita Rasa Unik di Pekanbaru
-
Masuk Babak Baru, Eks Pj Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa Segera Diadili
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Syamsuar Pesan Jangan Ada 'Dua Matahari' ke Gubri Wahid, Ini Maknanya dalam Kepemimpinan
-
Rumah Didatangi Gubri Wahid, Syamsuar Ngomongin 'Dua Matahari'
-
Harga Sayuran di Pekanbaru Naik 3 Kali Lipat, Cabai Tembus Rp120.000 usai Lebaran
-
Gubri Wahid Siap Lantik Afni dan Syamsurizal Jadi Bupati-Wakil Bupati Siak
-
Tiket Bus Arus Balik di Terminal Pekanbaru Habis Terjual, Kebanyakan ke Jawa