Setiap harinya, tak kurang ratusan kendaraan lalu lalang di lokasi. Bukan sekedar akses pendidikan saja, tapi hasil kebun sawit warga juga bertumpu pada jalan sekolah tersebut.
Tak jarang, warga yang mengandalkan sepeda kayuh dan sepeda motor terjatuh di lokasi. Jelas ini sangat berbahaya, ketika di kiri dan kanan jalan terhampar parit yang dalam dan duri-duri sawit yang siap menyambut mereka.
Lamtiur mengaku, jalan rusak sudah menjadi santapan sehari-hari. Sudah bertahun-tahun masyarakat merasakan kepiluan ini.
Jalan tersebut rusak parah juga akibat dilalui truk hasil kebun sawit warga. Akibatnya, dampak kerusakan itu juga dirasa anak-anak desa.
"Saya sejak tahun 2000 sudah mengajar, bahkan sebelum sekolah ini berstatus jadi Negeri. Jalan rusak itu sudah lama, itulah yang dirasakan guru dan siswa sini," ungkapnya.
Tercatat, ada 130 siswa yang mengemban pendidikan dasar di sekolah itu. Juga ditambah 14 tenaga pendidik.
Sekolah yang berada di pelosok ini memang terkendala dengan akses jalan. Sebab satu-satunya akses hanya lewat jalan sekolah yang rusak parah tadi. Namun aktivitas belajar mengajar berjalan normal.
"Untuk ke sekolah, jalan satu-satunya kita lewat jalan sekolah yang rusak itu, kalau jalan lain ada tapi memutarnya itu sangat jauh," ujar dia.
Tatkala, senyum perempuan 40 tahun itu merekah seirama dengan kabar bahwa jalanan yang rusak parah itu akan diperbaiki. Lewat program Tentara Manunggal Membangun Desa atau disingkat TMMD, proses pembangunan mulai digesa.
Kini harapan dan asa itu mereka tumpukan kepada keringat dan tenaga prajurit TNI AD guna menggapai cita anak-anak desa. Anak-anak yang kebal diterpa lumpur, derita itu diyakini segera sirna.
Dalam progresnya, prajurit tentara membaur dengan masyarakat dalam program TMMD ke-113.
Di Riau, program itu kini berjalan di Semunai dan Muara Basung, Kabupaten Bengkalis.
Tiga pekan sudah, Semunai-Sialang Rimbun kedatangan 150 prajurit. Mereka menanggalkan senjata, menggantinya dengan sekop dan cangkul. Kemudian terjun membangun infrastruktur di desa nun jauh tersebut, termasuk juga meninggalkan anak dan istri di rumah.
Program TMMD sendiri merupakan reinkarnasi dari Abri Masuk Desa (AMD). Tentunya program TNI AD ini punya tujuan mulia untuk mengentaskan persoalan di Desa terpencil; termasuk soal infrastruktur dan pembangunan karakter manusia.
Selain membenahi jalan sekolah yang rusak parah, setidaknya ada 3 titik sasaran lagi yang diperbaiki. Yaitu jalanan yang menjadi akses langsir hasil kebun sawit warga.
Tag
Berita Terkait
-
Janji Kawal Kasus Prajurit TNI Tewas Dianiaya Senior, Jenderal Andika Sinyalir Kasus Sengaja Diperlambat
-
Pelaku Pembunuhan Prajurit TNI AD di Kafe Tokyo Space Bandar Lampung Ditangkap
-
KPK Terus Dalami Bukti Pengeluaran Uang untuk Proyek Multiyears Bengkalis Riau
-
Bengkalis Ajukan Izin Pembukaan Pelabuhan Internasional Selatbaru-Malaysia
-
Gajah Hamil Mati Mengenaskan di Hutan Akasia Riau, Bagian Tubuh Keluarkan Darah
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Kabut Asap Kepung Tembilahan: Ratusan Warga Terserang ISPA, Siswa Pakai Masker
-
Kabut Asap Mereda, Siswa di Pekanbaru Kembali Masuk Sekolah Besok
-
Dear Petani Swadaya, Harga Sawit Riau Pekan Ini Rp3.885 per Kg
-
Jembatan Siak IV Pekanbaru Dipenuhi Pedagang, Bahayakan Pengguna Jalan
-
BRI dan Syailendra Capital Ungkap Peluang Investasi Syariah di Paruh Kedua 2026