SuaraRiau.id - Lebih satu dekade masyarakat pelosok Riau ini tidak merasakan peradaban. Jalan yang jadi akses roda ekonomi warga rusak parah. Lumpur dan lubang di mana-mana. Prasarana menuju sekolah juga masih jauh dari harapan. Anak-anak berjibaku melintasi lumpur setiap saat. Mereka rindu kemajuan, untuk menggapai masa depan yang lebih mapan.
Di kawasan pelosok Riau, masyarakat sulit menata kehidupan. Tak banyak pilihan, kecuali hanya menantang kesulitan. Semata-mata, hal ini untuk berusaha maju dan menyongsong kehidupan yang lebih mapan.
Kamis ketiga April 2022, matahari belum bersinar seutuhnya. Tapi ronanya sudah tampak merangkai bukit berbaris, Bukit Barisan. Lamtiur pun bergegas menenteng tas, menarik gas dan melintas jalanan lawas untuk sampai ke tempat pengabdian.
Percikan lumpur menyeka kaki, sepatu kulit hitam seketika berubah warna. Celana kain warna cokelat kebanggan juga digulung agar tidak ternoda. Jalanan becek berlubang ada di mana-mana. Tak ada pilihan lain, kecuali memaksa lewat jalan rusak yang hampir satu kilometer.
Kondisi ini, tunak dirasakan Lamtiur setiap pagi. Dalam hati, ia pun bergumam.
"Beruntung sudah mahir mengendarai motornya," ujarnya sembari senyum tipis.
Di belakang Lamtiur, anak-anak yang haus ilmu sudah baris-berbaris di sepanjang jalan. Suara riuh mereka bersahutan. Ada yang berjalan kaki, diantar orangtua hingga naik sepeda.
Meskipun rusak parah, jalanan tanah dengan lebar 4 meter ini masih bisa dilalui. Walau ia dan ratusan murid SD Negeri 16 Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau itu harus menantang bahaya.
Setiap sudah sampai ke sekolah, tak ada yang luput dari percikan lumpur. Mulai baju, celana, bahkan sampai topi di kepala. Ini akibat hujan malam tadi yang mendera.
"Jadi gak heran kalau ke sekolah kadang ada yang gak pakai sepatu, pakaian berlumpur bahkan sampai bajunya basah," cerita Lamtiur, kepada Suara.com, akhir pekan lalu.
Lamtiur merupakan tenaga pendidik di SD Negeri 16 Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Baru-baru ini, ia diberi amanah menjadi kepala sekolah di sarana pendidikan dasar yang letaknya di kawasan pelosok tersebut.
Menjadi seorang guru merupakan cita-cita Lamtiur sejak belia. Dia ingin anak-anak desa tempat ia tinggal mampu meraih mimpi dan menggapai asa.
Tempat pengabdiannya itu berada di Desa Semunai, sebuah Desa yang masih jauh dari kata sejahtera. Dari pusat perkotaan di Duri, desa itu berjarak tak kurang 50 kilometer. Lokasi ini sempadan dengan Sialang Rimbun, sebuah dusun dari desa Muara Basung yang bertetangga dengan kawasan suaka margasatwa.
Semunai-Sialang Rimbun, merupakan dua wilayah yang berada di pelosok Riau. Saat musim hujan sudah tiba, akses jalan menjadi basah. Licin, dan lubang menganga di mana-mana. Terutama akses menuju ke SD Negeri 16 Pinggir tadi, tempat Lamtiur dan ratusan siswa meniti asa.
Di pedesaan tersebut, salah satu akses yang terparah adalah jalan sekolah --akses menuju SDN 16 Pinggir--. Akses itu dipakai warga jadi jalan poros untuk menuju sekolah hingga penyokong ekonomi warga.
Tag
Berita Terkait
-
Janji Kawal Kasus Prajurit TNI Tewas Dianiaya Senior, Jenderal Andika Sinyalir Kasus Sengaja Diperlambat
-
Pelaku Pembunuhan Prajurit TNI AD di Kafe Tokyo Space Bandar Lampung Ditangkap
-
KPK Terus Dalami Bukti Pengeluaran Uang untuk Proyek Multiyears Bengkalis Riau
-
Bengkalis Ajukan Izin Pembukaan Pelabuhan Internasional Selatbaru-Malaysia
-
Gajah Hamil Mati Mengenaskan di Hutan Akasia Riau, Bagian Tubuh Keluarkan Darah
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Kabut Asap Kepung Tembilahan: Ratusan Warga Terserang ISPA, Siswa Pakai Masker
-
Kabut Asap Mereda, Siswa di Pekanbaru Kembali Masuk Sekolah Besok
-
Dear Petani Swadaya, Harga Sawit Riau Pekan Ini Rp3.885 per Kg
-
Jembatan Siak IV Pekanbaru Dipenuhi Pedagang, Bahayakan Pengguna Jalan
-
BRI dan Syailendra Capital Ungkap Peluang Investasi Syariah di Paruh Kedua 2026