SuaraRiau.id - Ahmad Sahroni dikabarkan memborong tiket Formula E Jakarta 2022. Terkait tindakan itu, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli mempertanyakan, mengapa Ahmad Sahroni justru bangga memborong sendiri tiket Formula E 2022?
Pasalnya, menurut dia, ketua panitia memborong tiket sendiri sebenarnya menunjukkan bahwa Formula E 2022 gagal.
“Ini acara cuma jadi bahan tertawaan saja,” kata Guntur Romli melalui akun Twitter resminya, @GunRomli, sebagaimana dikutip HopsID pada Sabtu, 4 Juni 2022.
“Diborong sendiri kok bangga. Artinya gagal. Makannya banyak sponsor yang ogah,” sambungnya.
Pemikir muda Nahdlatul Ulama (NU) ini pun merasa miris sebab acara Formula E yang menurutnya konyol ini, telah menghabiskan ratusan miliar uang rakyat.
“Ironisnya acara ini mengeruk ratusan miliar duit warga DKI, buat kekonyolan ini,” kata Guntur Romli.
Sebelumnya, Ahmad Sahroni mengaku bahwa dirinya memang memborong 500 tiket Formula E 2022.
Ia mengaku bahwa tindakannya tersebut adalah bukti ia cinta kepada negaranya.
“Saya beli tiket 500 circuit Festival itu benar adanya. Itu pembuktian bahwa saya cinta Indonesia,” ungkap Ahmad Sahroni di Instagram Story-nya, @ahmadsahroni88, seperti dikutip pada Sabtu, 4 Juni 2022.
Baca Juga: Hendery NCT Jadi Perbincangan Netizen Fans K-Pop, Nama Stefan William Ikut Terseret, Kok Bisa?
Namun, Ahmad Sahroni membantah bahwa tiket Formula E 2022 terjual habis karena ia beli.
Sebab, tidak mungkin pula even sekelas Formula E hanya berkapasitas 500 orang.
“Kalau dibuat isu sold out gara-gara gue beli mah keren banget. Masa penonton Formula E sekelas dunia cuma 500 orang,” kata Ahmad Sahroni.
“Itu mah kelas RT kali kalo cuman 500 orang,” sambungnya.
Berita Terkait
-
Mahasiswa Ingin Jadi Presiden, Ahmad Sahroni Langsung Singgung Ijazah Palsu
-
Sahroni Sebut NasDem Fokus Bekerja Dukung Pemerintah, Belum Ada Perintah Soal Ijazah Gibran
-
Sahroni Ungkap Progres RUU Perampasan Aset: Masih RDPU, Awal November Bahas Substansi
-
DPR Bahas RUU Perampasan Aset, Sahroni Ingatkan Jangan Jadi Alat Kekuasaan
-
Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun, DPR Singgung Pelaku 'Manusia Berjubah Iblis'
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta
-
Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan
-
Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang
-
Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik
-
Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak