Hal itu makin diperparah karena Pekanbaru sendiri tak punya peraturan daerah untuk mengatur soal drainase itu. Meskipun Mardianto Manan sempat mendengar Kota Pekanbaru sudah punya master plan untuk tata kelola drainase, tapi ia menganggap hal itu belum ada.
"Ada yang bilang sudah ada, tapi saya katakan tidak ada. Karena saya lihat itu belum jadi peraturan daerah."
Pada akhir tahun 2020 masalah sampah yang tak tertangani dengan baik akhirnya jadi masalah besar. Waktu itu Pemkot Pekanbaru mengatakan bahwa tender untuk lelang sampah terlambat dibuka sehingga persoalan sampah di Pekanbaru yang selama ini memakai sistem pihak ketiga terbengkalai. Di beberapa titik jalan, sampah-sampah bertumpuk menggunung berminggu-minggu.
"Sampai awal Januari sampah tidak diangkut, ditumpuk dimana-mana. Dan itu menjadi perhatian banyak orang," kata Kunni Masrohanti, pegiat kesenian dan lingkungan yang ikut tergerak dan membuat diskusi soal sampah pada akhir 2021.
Seperti Mardianto Manan yang melihat ketidakbecusan Wali Kota Pekanbaru menata kotanya, Kunni juga melihat efek sampah bagi masyarakat berimbas kepada perilaku manusia.
"Buruknya pengelolaan sampah akibat perilaku manusia akan berimbas ke kehidupan manusia itu sendiri. Penyakit, banjir dan lain-lain," katanya.
Kemala Hayati dkk Dalam penelitian berjudul Kinerja Pengelolaan Sampah di Kota Pekanbaru dalam Jurnal Kelitbangan Volume 10 No 1 pada April 2022 menyebut bahwa pengelolalaan sampah di Pekanbaru masih belum optimal.
Keoptimalan itu diukur dari keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, rendahnya kesadaran masyarakat, lemahnya penegakan peraturan daerah dan sosialisasi terkait regulasi maupun mekanisme penanganan persampahan yang belum optimal.
Pada tahun 2020 produksi sampah Kota Pekanbaru setiap harinya mencapai 1.052 ton atau setara dengan 384.039 ton per tahun namun sampah yang sampai ke TPA selama lima tahun terakhir rata-rata belum mencapai setengahnya, 46,72 %.
Bahkan hasil riset kesehatan dasar Provinsi Riau tahun 2018 menemukan hanya 25 % sampah yang terangkut sementara porsi terbesar 64% dibakar atau dibuang ke selokan dan 4% dibuang sembarangan.
APBD Kota Pekanbaru yang dihabiskan untuk mengelola sampah ini sebesar Rp 87,30 miliar sedangkan retribusi sebesar Rp 5,91 miliar sebagaimana dicatat penelitian tersebut.
"Hal itu menunjukkan bahwa proporsi pengelolaan persampahan belum ideal," tulis penelitian tersebut.
"Yang dibutuhkan keseriusan, dan kerja keras untuk kerja yang sangat berat saat ini," ujar Syamsuar.
Kontributor : Wahid Irawan
Tag
Berita Terkait
-
Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Banjir Rob Hingga 1,5 Meter, Motor Terendam
-
Rincian Biaya Perbaikan Motor Bebek, Matic dan Kopling yang Rusak Akibat Banjir
-
Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Masih Terendam Banjir Rob, Begini Kondisinya
-
Gubernur Syamsuar Ingatkan Pabrik Harus Beli Sawit Petani sesuai Harga Pemerintah
-
Banjir Parah di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Curhat Buruh Pabrik Viral
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
UAS Beberkan soal Rekaman KPK, Sebut Abdul Wahid Ngaku Diancam
-
UAS Jadi Saksi Sidang Abdul Wahid, Ruangan Didominasi Pengunjung Emak-emak
-
Wanita di Pelalawan Ditusuk Puluhan Kali, Minta Tolong ke Rekan Kerja lewat WA
-
Abdul Wahid Disebut Berulang Kali Larang Tim Campuri Proyek di PUPR Riau
-
'Aktivis' di Pekanbaru Ditangkap Terkait Pemerasan, Modus Take Down Berita