SuaraRiau.id - Pelari Agustina Mardika Manik berhasil menyelamatkan medali perak nomor lari 800 meter putri SEA Games Vietnam, Senin (16/5/2022).
Agustina Mardika yang bertanding di Hanoi National Sports Complex, Stadion Nasional My Dinh, Hanoi sempat dihimpit oleh dua negara.
Agustina finis dengan catatan waktu 2 menit 9,09 detik, sedikit di belakang pelari Vietnam Khuat Phuong Anh yang mencatatkan waktu 2 menit 8,47 detik yang meraih emas.
Sementara, medali perunggu direbut oleh Savinder Kaur Jogind dari Malaysia dengan catatan waktu 2 menit 10,24 detik.
"Tadi salah teknik karena saya ketutup, saya dihimpit dua negara, makanya tadi pelatih bilang kamu jangan di dalam… pas 100 meter terakhir dikunci saya masuk saja, jadi Alhamdulillah bisa perak," kata Agustina ditemui usai bertanding.
Mengutip Antara, catatan waktu milik Agustina tersebut lebih lambat dari pada saat dia memenangi medali emas PON Papua pada 2021 dengan 2 menit 8,91 detik.
Meskipun begitu, SEA Games kali ini menjadi peningkatan bagi atlet asal Asahan dibandingkan saat pesta olahraga sesama negara Asia Tenggara pada 2019 di Filipina di mana dia meraih perunggu pada nomor 800 meter putri dengan catatan waktu 2 menit 9,61 detik.
Pada lomba sebelumnya, Emilia Nova meraih medali perak saat turun dalam nomor 100 meter lari gawang putri dengan 13,69 detik.
Catatan waktu tersebut lebih cepat jika dibandingkan dengan saat dia meraih emas PON Papua 2021 dan pada ajang 82nd Singapore Open Track & Field Championships 2022 di Home of Athletics, Kallang Sports Centre, Singapura, April lalu, dengan 13,74 detik.
Namun, tidak jauh lebih baik jika dibandingkan dengan saat Emilia meraih medali emas SEA Games Filipina 2019 dengan 13,61 detik.
Emil harus puas dengan medali perak setelah Bu Thi Nguyen dari Vietnam lebih cepat dengan catatan waktu 13,51 detik, sementara Jelly Dianne Paragle dari Filipina mencatatkan waktu 13,72 detik untuk membawa pulang medali perunggu. (Antara)
Berita Terkait
-
SEA Games 2021: Zainal Fanani Sumbang Emas Kedua untuk Tim Balap Sepeda Indonesia
-
Kelakar Kapolri Saat Video Call Pesepeda Peraih Emas SEA Games 2022: Perlu Dikirim Nasi Goreng?
-
Profil Masniari Wolf, Atlet Peraih Emas di SEA Games 2021 Berdarah Indonesia-Jerman
-
Angka-angka Menarik Pertemuan Indonesia vs Thailand di Semifinal SEA Games 2021: Misi Balas Dendam
-
Link Nonton SEA Games 2022 di Situs Resmi, Ayo Dukung Timnas Berlaga!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Cerita Robot-robot Tahan Ledakan Bikinan Anak Muda dari Chongqing
-
Makin Kuat Bersama Danantara, PNM Perluas Harapan bagi 23,1 Juta Pengusaha Ultramikro
-
Changan Automobile: Industri Mobil Pintar Bertenaga Energi Terbarukan
-
Chongqing 1949, Pertunjukan Sejarah Berbalut Teknologi Canggih
-
Tapir Mati Mengenaskan di Areal Perusahaan, Diduga Ditabrak Truk Besar