Hal itu bermula dari keluhan para petani kelapa sawit di Siak, padahal di daerah berjuluk Negeri Istana itu bertabur Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
Indra Gunawan turut prihatin dengan kondisi harga di tengah petani. Ia lun geram dengan para pihak Pabrik Kelapa Sawit yang memanfaatkan momen seperti ini dengan petani.
Diketahui hal itu buntut dari pidato presiden Joko Widodo terkait larangan ekspor minyak CPO.
"Kita minta jangan pula pihak pabrik menentukan harga beli secara sepihak, kasihan petani sawit," kata Ketua DPRD Siak Indra Gunawan.
Dijelaskan Ketua DPD I Golkar Siak itu, padahal maksud dan tujuan dari Presiden Jokowi itu memberikan teguran terhadap stakeholder ekosistem perkebunan kelapa sawit.
"Ternyata hal itu dimanfaatkan oleh pabrik kelapa sawit nakal dengan menurunkan harga beli dengan petani," jelas Indra.
" Dan saya sangat menyayangkan penurunan harga pembelian kelapa sawit yang dilakukan oleh pabrik," geram Indra yang juga sebagai Waketum asosiasi DPRD kabupaten seluruh Indonesia (ADKASI).
Lebih jauh dikatakan Indra, saar ini di Siak harga beli TBS ke petani yang sebelumnya diatas Rp3.000 kini malah tinggal Rp800.
"Kami berharap ini menjadi perhatian khusus bagi seluruh stakeholder. Saya tak ingin ada konflik antara petani dengan PKS," ungkap Indra.
Indra berharap pabrik kelapa sawit bisa menetapkan harga sesuai dengan harga yang dikeluarkan oleh tim penetapan harga dari Provinsi Riau.
"Jangan menaikkan harga sepihak, kita minta pabrik kelapa sawit mengikuti harga yang ditetapkan oleh tim dari Pemerintah Provinsi Riau," tutur Indra.
Kontributor : Alfat Handri
Tag
Berita Terkait
-
Ekonom: Kebijakan DMO CPO Dinilai Lebih Solutif pada Petani Swadaya dan Konsumen Minyak Goreng
-
Petani Menjerit, Harga Sawit Riau Terjun Bebas usai Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng
-
Ekspor Minyak Goreng Dilarang, Kelapa Sawit Jadi Komoditas Ekspor Terbesar Sumsel Setelah Batu Bara
-
Aria Bima: Kebebasan Demokrasi Era Presiden Jokowi Jauh Lebih Baik Dibanding Orba
-
Legislator PDIP Pertanyakan Langkah Menko Airlangga Atasi Masalah Usai Larangan Ekspor Minyak Goreng
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta
-
Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan
-
Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang
-
Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik
-
Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak