SuaraRiau.id - Wanita Amerika Serikat (AS) bernama Zan Christ mengisahkan perjalanan spiritualnya pindah agama Islam. Ia ternyata bukan orang sembarangan.
Zan Christ berasal dari garis keturunan pemimpin agama Kristen. Dia merupakan anak pendeta di negara tersebut.
Ayah ibu Zan Christ mempunyai latar belakang keluarga pendeta dari Norwegia dan Jerman. Ia tumbuh dari keluarga yang menyebarkan ajaran kristiani.
Mengutip Hops.id--jaringan Suara.com, Zan Christ sejak kecil aktif dalam komunitas Kristen. Selain itu, ia juga dipercaya menjadi guru agama Kristen tiap hari Minggu di usianya yang masih belia dan biasa menyanyi solo lagu rohani di gereja.
Jadi, terlibat dengan aktivitas keagamaan Kristen telah ada dalam dirinya khususnya saat ia kecil hingga beranjak dewasa.
Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai mempertanyakan imannya. Ada konsep dalam agama Kristen yang tidak rasional.
Kemudian ia memilih meninggalkan kampung halamannya untuk kuliah dan akhirnya belajar agama-agama besar dunia. Ia secara khusus mengambil kelas agama Islam karena masih banyak yang belum ia tahu.
Awalnya ia berpikir belajar tentang Islam dan agama-agama di dunia hanya bertujuan untuk menyelesaikan kuliahnya saja. Tetapi ternyata ia sangat menikmati jurusannya dan merasa bahwa keputusan mengambil jurusan mempelajari agama adalah keputusan terbaik dalam hidupnya.
Akhirnya, Zan Christ melanjutkan karier pendidikannya dan melanjutkan ke pascasarjana untuk belajar lebih dalam lagi.
Adapun di tahun pertamanya saat S-2, ia bertemu dengan teman kelas yang berasal dari berbagai latar belakang internasional. Ia berteman dengan teman muslim yang berasal dari Pakistan dan Somalia.
Zan Christ penasaran mengapa teman-teman muslimnya senantiasa mempunyai kedamaian dan kebahagiaan batin dalam dirinya. Tak hanya itu, mereka sangat ramah dan murah hati padanya.
Sudah sejak lama Zan Christ juga mendambakan kedamaian dan kebahagiaan batin yang serupa. Ia pun lebih mendalami Islam bukan sebagai pendekatan kuliah lagi, melainkan sebagai keyakinan. Akhirnya, ia merasa Islam adalah agama yang benar baginya.
Di saat yang bersamaan, ia juga mendapatkan banyak kesulitan di perkuliahannya. Pada suatu malam, ia mencoba berbicara pada Allah SWT dan ia merasakan perasaan yang luar biasa.
Itu adalah momen paling bahagia dalam hidupnya. Akhirnya di tahun kedua kuliah S-2, Zan Christ memilih untuk menjadi mualaf.
Kini, ia senantiasa meluangkan waktunya untuk menyebarkan Islam dengan menjadi daiyah dan memberi pidato tentang Islam dan budaya muslim.
Berita Terkait
-
Warga Amerika Serikat Boleh Lepas Masker di Kereta Api, Pesawat dan Angkutan Umum
-
Laporan HAM AS Soroti Nasib Warganet yang Kritik Gibran Rakabuming
-
Pendeta Saifuddin Masih Bikin Onar, sang Anak Minta Tobat: Mau Surga atau Neraka
-
Jalan Hidayah Immanuel Tegar, Mualaf sejak SMP hingga Boyong Keluarga Masuk Islam
-
Mualaf, Sultan Djorghi Rajin Datangi Kajian Ustaz Abdul Somad
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Kejati Sumsel Tegaskan BRI Bersih dari Aliran Dana Ilegal, Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Penuh
-
UAS Beberkan soal Rekaman KPK, Sebut Abdul Wahid Ngaku Diancam
-
UAS Jadi Saksi Sidang Abdul Wahid, Ruangan Didominasi Pengunjung Emak-emak
-
Wanita di Pelalawan Ditusuk Puluhan Kali, Minta Tolong ke Rekan Kerja lewat WA
-
Abdul Wahid Disebut Berulang Kali Larang Tim Campuri Proyek di PUPR Riau