(Kata “areata” mengacu pada sifat kerontokan rambut yang tidak merata; ketika seseorang kehilangan semua rambut di kulit kepalanya, itu disebut alopecia totalis, dan ketika mereka kehilangan semua rambut di tubuhnya, itu disebut alopecia universalis.)
"Beberapa orang dengan alopecia areata kehilangan sebagian rambut hanya di kulit kepala mereka, sementara yang lain kehilangannya di tempat lain di tubuh mereka juga," ujar Lamb.
Sementara itu, Cotsarelis mengungkapkan bahwa lebih dari separuh waktu, rambut yang rontok akan tumbuh kembali dalam waktu satu tahun.
Tetapi seringkali, berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian, orang-orang juga mengalami kebotakan lainnya.
"Tidak jelas apa yang menyebabkan alopecia areata, tetapi Dr. Lamb mencatat bahwa itu dapat memiliki komponen genetik. Jika orang tua memiliki alopecia areata, misalnya, anak mereka memiliki kemungkinan satu hingga 10 persen untuk mengembangkannya juga, katanya. Alopecia areata juga dapat dipicu oleh peristiwa stres dan kekurangan nutrisi, seperti kekurangan zat besi," ungkap Cotsarelis.
Dokter mendiagnosis alopecia areata dengan mengambil biopsi kulit kepala dan kemudian mengirimkannya ke ahli patologi yang mempelajari sel-sel kulit di bawah mikroskop untuk menentukan apa yang mungkin menyebabkan kerontokan rambut.
"Orang dengan alopecia areata lebih mungkin dibandingkan mereka yang tidak memiliki kondisi untuk mengembangkan kondisi terkait juga, seperti penyakit tiroid, diabetes, alergi dan asma," terang dia.
Bagaimana pengobatan alopecia areata?
Lamb menyebut bahwa beberapa obat dapat mengatasi alopecia areata, tetapi beberapa perawatan tidak efektif untuk beberapa orang.
Jadi pasien mungkin perlu mencoba beberapa pendekatan sebelum memutuskan sesuatu yang berhasil. Kabar baiknya adalah bahwa dengan alopecia areata
“Rambut Anda selalu memiliki kemampuan untuk tumbuh kembali jika Anda menghilangkan peradangan,” ulas dr Cotsarelis.
Salah satu pengobatan yang umum adalah penyuntikan obat anti-inflamasi seperti steroid langsung ke bagian kulit kepala yang terkena untuk menghentikan tubuh menyerang folikel rambut, kata Dr. Lamb.
Suntikan ini dapat diberikan setiap bulan dan dapat menyebabkan efek samping seperti perubahan warna kulit atau lesung pipit kecil. Beberapa orang juga menggunakan perawatan kortikosteroid topikal, seperti betametason valerat.
"Obat lain yang baru-baru ini mulai digunakan oleh dokter adalah antibodi monoklonal yang disebut dupilumab, obat yang telah lama digunakan untuk mengobati asma dan eksim," tutur Lamb.
Ia menegaskan, dupilumab dapat disuntikkan ke paha atau lengan setiap dua minggu sekali dan jarang menyebabkan efek samping yang serius.
"Beberapa dokter telah mulai mengobati kondisi tersebut dengan obat-obatan oral seperti tofacitinib dan baricitinib, yang disetujui oleh Food and Drug Administration untuk mengobati rheumatoid arthritis, tetapi juga telah terbukti membantu mengatasi kerontokan rambut," jelas Cotsarelis.
Tag
Berita Terkait
-
Heboh Will Smith Tampar Chris Rock, Fans Jada Pinkett Ramai Beri Support
-
Will Smith Minta Maaf Secara Terbuka Pada Chris Rock Karena Telah Menamparnya di Panggung Oscar
-
Cerita Awal Jada Pinkett Smith Alami Kebotakan karena Alopecia: Dimulai dari Kamar Mandi
-
Tampar Chris Rock di Panggung Oscar, Will Smith Mengaku Malu dan Minta Maaf
-
Chris Rock Masih Menghilang di Saat Will Smith Ucap Maaf Secara Terbuka, Terakhir Terpantau di Lokasi Ini
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Dari Earth Hour ke Aksi Nyata, Inilah Komitmen Berkelanjutan BRI
-
Kampung Koboi Jadi Ikon Transformasi Desa Tugu Selatan Bersama BRI Desa BRILiaN
-
BRI Hadirkan Fitur Pesan Obat di BRImo, Kolaborasi Praktis dengan Apotek K-24
-
Desa Manemeng Perkuat Ekosistem Ekonomi Kerakyatan melalui Program Desa BRILiaN
-
Berkat Program Desa BRILiaN, Desa Sumowono Mampu Kelola BUMDes dan Buka Lapangan Kerja