SuaraRiau.id - Ajang balap dunia MotoGP 2022 telah berlangsung di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Jumat (18/3/2022).
Selain para pembalap internasional yang meramaikan aksi balapan, sosok pawang hujan Mandalika juga salah satu yang menjadi perhatian.
Event MotoGP harus terselenggara dengan baik, jadi salah satunya panitia Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mempekerjakan seorang pawang hujan.
Pawang hujan di kawasan Sirkuit Mandalika itu adalah Rara Isti Wulandari.
Wanita yang kerap disapa Rara itu mengaku memang secara resmi dipekerjakan Indonesia Tourism Development Corporation selaku perusahaan BUMN pemilik Sirkuit Mandalika yang juga membawahi MGPA selaku panitia penyelenggara.
Rara mengatakan sudah dipekerjakan ITDC dan MGPA sejak hari terakhir World Superbike (WSBK). Dia mengklaim diminta langsung oleh Menteri BUMN dan Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer.
"Di WSBK itu hari terakhir dan [jadi pawang hujan] jarak jauh. Nah habis itu bulan Februari 2022 pak Erick Thohir ada acara di Jakarta. Ketemu pak Erick, pak Barry (Abdulbar) ITDC, lalu saya di bawa ke sini. Jadi dari pre-season dan acara ini. Pre-season itu 11-13 Februari sukses," ujar Rara, Sabtu (19/3/2022).
Rara menjelaskan bahwa sejauh ini sudah cukup baik menjalankan tugas. Sebelum main event MotoGP Mandalika 2022 pada 18-20 Maret, dia telah diminta untuk mengatur cuaca saat proses pengaspalan ulang lintasan pada sejak 15 Februari hingga 10 Maret.
"Pihak luar negeri [dari Dorna], mereka senang dengan pawang hujan. Aku dijuluki Mrs Pawang atau The Prayer. Saya dapat request 24 jam tidak hujan saat pengaspalan 6-8 Maret," ujar pawang hujan kelahiran Jayapura, Papua, 22 Oktober 1983 itu.
Terkait event utama MotoGP Mandalika 2022, Rara menjelaskan bahwa tanggal 18-19 Maret memang terjadi hujan di kawasan Sirkuit Mandalika. Namun, hal itu merupakan permintaan dari panitia demi menurunkan suhu untuk kenyamanan pebalap.
"Untuk balapan dari 18-19 Maret, paginya hujan dan siang grimis-grimis agar pebalap nyaman. Karena aspal suhunya tidak boleh sampai di atas 50 derajat celcius, otomatis cuaca di atas tak boleh panas, otomatis panggil hujan dan mendung, tapi tak boleh sampai banjir," beber Rara yang mengaku memeluk kepercayaan kejawen ini.
"Untuk balapan utama tanggal 20 Maret, saya cuma diminta cerah ceria, saya terjemahkan sendiri. Pokoknya cuaca enak. Tapi kalau pak Erick Thohir minta hujan ya kalian harus terima. Karena saya memohon demi kebaikan Indonesia," tambahnya.
Rara menuturkan bahwa dirinya mendapat bayaran cukup besar dari MGPA untuk mengatur cuaca di kawasan Sirkuit Mandalika. Meski tak mengatakan secara jelas, dia menyebut bayaran yang diterimanya mencapai tiga digit alias ratusan juta untuk 21 hari kerja.
"Saya dibayar MGPA dan ITDC. Bayaran saya itu tiga digit untuk 21 hari," beber Rara yang selalu beraktivitas tanpa alas kaki ketika memanjatkan doa-doa dengan harapan mengubah cuaca sesuai rencana.
Rara menjelaskan bahwa dirinya memang sudah lama menjadi spesialis pawang hujan termasuk untuk acara-acara pemerintah seperti vaksinasi masal bahkan hingga upacara pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang lalu.
Tag
Berita Terkait
-
Buka Lapak di Mandalika, Pedagang Merchandise Valentino Rossi Raup Omset Rp1 Miliar Dalam Sehari
-
Marc Marquez Langsung Dibawa ke Rumah Sakit usai Kecelakaan saat Pemanasan
-
Rider Legendaris Tak Mengaspal di MotoGP Mandalika 2022, Fans Rossi Tetap Setia
-
Aksi Pawang Hujan Mbak Rara di Sirkuit Mandalika MotoGP Bikin Hujan Reda Viral, Warganet: Itu Bisa Awan Dipindahkan?
-
Wow, Segini Honor Pawang Hujan Balap MotoGP di Sirkuit Mandalika
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta
-
Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan
-
Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang
-
Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik
-
Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak