SuaraRiau.id - Jalan Simpang Empat menuju Talu Kecamatan Talamau, Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) masih terputus karena material longsor.
Akses lalu lintas di jalan tersebut tak bisa dilewati lantaran longsor menutupi tiga titik lokasi di Rimbo Kejahatan, Selasa (1/3/2022) pagi.
"Diperkirakan ada tiga titik lokasi longsor dengan panjang sekitar 300 meter dan tinggi material longsor hampir mencapai dua meter," kata salah seorang pengendara Aswin yang dihubungi, Selasa.
Menurut dia pagi ini berangkat dari Nagari Cubadak Kecamatan Duo Koto Kabupaten Pasaman hendak menuju Simpang Empat Pasaman Barat via jalan Talu.
Namun sampai di Rimbo Kejahatan Nagari Kajai terjadi longsor dan belum bisa dilewati karena ditemukan materialnya menutupi badan jalan.
"Diperkirakan ada tiga titik longsor. Saya dan pengendara lainnya tidak bisa melewati jalan tersebut," sebutnya.
Ia memperkirakan material longsor yang menimbun badan jalan tepatnya di Rimbo Kejahatan Jembatan Panjang lebih kurang 300 meter serta tinggi hampir dua meter.
Kemudian ia bersama pengendara lainnya berbalik arah menuju Talu sambil menunggu adanya evakuasi pemindahan material longsor dari pihak terkait.
Plt Kepala BPBD Pasaman Barat Azhar, Senin (28/2/2022) malam, membenarkan adanya longsor di Rimbo Kejahatan Talamau.
Namun hingga Selasa (1/3/2022) pagi belum ada alat berat yang datang untuk membersihkan material longsor itu menyebabkan arus lalu-lintas putus total.
Daerah Rimbo Kejahatan merupakan daerah yang terdampak gempa beberapa waktu lalu.
Jalan dan perbukitan sekitar jalan juga sudah banyak yang longsor. (Antara)
Berita Terkait
-
BMKG Temukan Patahan Baru di Gunung Talamau Pasaman Barat
-
Usai Beri Bantuan untuk Korban Gempa Pasaman Barat, Relawan Ini Kejang-kejang dan Meninggal
-
Innalillahi, Seorang Relawan Gempa Pasaman Barat Asal Padang Meninggal Dunia
-
Tenda Pengungsian di Depan Kantor Bupati Pasaman Barat Bocor, Korban Gempa Basah-basah
-
1.366 Rumah Warga Pasaman Barat Rusak Diterjang Gempa, Ini Rinciannya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Membuka Jalan untuk Difabel, PNM Hadirkan Pelatihan Vokasi Menuju Kemandirian
-
Minyak Sawit dan Kopi Indonesia Jadi Komoditi Paling Diminati di Chongqing
-
Cerita Robot-robot Tahan Ledakan Bikinan Anak Muda dari Chongqing
-
Makin Kuat Bersama Danantara, PNM Perluas Harapan bagi 23,1 Juta Pengusaha Ultramikro