Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Kamis, 20 Januari 2022 | 14:11 WIB
Ilustrasi kapal tenggelam. [Shutterstock]

Menurut dia, di antara tujuh korban selamat adalah seorang korban perempuan yang kini dalam kondisi kritis dan dirawat di Rumah Sakit Sultanah Amaninah (HSA) Johor Bahru.

Sementara itu, seorang korban perempuan berhasil diselamatkan setelah terapung lebih dari 13 jam dengan berpegangan pada jasad dua temannya.

Wanita itu ditemukan pada pukul 1 siang hari ini, bersama dengan enam korban tenggelam lainnya sekitar 3,5 mil laut dari tempat kejadian.

Wanita tersebut kemudian dibawa ke Dermaga Asosiasi Nelayan Pontian Besar pada pukul 14.30 WIB dengan menaiki kapal MMEA.

Diketahui, wanita yang akrab disapa Anita ini pandai berenang dan terlihat menangis sesampainya di dermaga sebelum dibawa ke ambulans yang menunggu di dermaga, untuk perawatan lebih lanjut.

Ia kemudian dikawal oleh anggota Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) ke Posko Pasukan Operasi Umum (PGA) Pontian Besar yang terletak di sebelah dermaga untuk beristirahat.

Insiden ini terjadi sebulan setelah 21 migran Indonesia kehilangan nyawa setelah kapal mereka terbalik di perairan Johor. Kapal yang diyakini membawa 50 orang pendatang ilegal itu dilaporkan terbalik di Tanjung Balau, Johor pada Rabu 15 Desember 2021 dini hari.

Warga Indonesia yang mencari pekerjaan terkadang mencoba memasuki negara tetangga Malaysia secara ilegal melalui penyeberangan laut yang berisiko. Kecelakaan terkadang terjadi karena cuaca buruk.

Malaysia yang relatif makmur adalah rumah bagi jutaan migran dari bagian Asia yang lebih miskin, banyak dari mereka tidak berdokumen, dan mereka bekerja di berbagai industri termasuk konstruksi dan pertanian.

Load More