Eko Faizin
Roy Suryo. [Ria Rizki/Suara.com]

SuaraRiau.id - Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha terus menjadi perhatian. Hal itu bermula gara-gara pidatonya soal sosok pembohong yang disebut menyindir Anies Baswedan.

Tak hanya mendapat hujatan, latar latar belakang pendidikan Giring PSI juga diungkapkan sejumlah pihak.

Giring disebut sebagai mahasiswa yang terkena Drop Out (DO) di Universitas Paramadina di mana Anies Baswedan pernah menjadi seorang rektor di kampus tersebut.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha dalam acara puncak HUT ke-7 PSI dari siaran langsung Youtube PSI, Rabu (22/12/2021). [Suara.com/Ummi Hadyah]

Tak sedikit yang mengkritik dengan narasi DO ke Giring. Namun, ada juga yang membela mantan vokalis band Nidji itu.

Dalam narasi pembelaan terhadap Giring, ada yang mengatakan bahwa mahasiswa DO bukan berarti tidak bisa sukses atau setidaknya berani bicara.

Mereka yang membela menyandingkan Giring dengan sosok Bill Gates dan Mark Zuckerberg yang dianggap bisa sukses walau DO.

“Pilihan-pilihan seperti ini biasa dalam kehidupan anak muda. Mark Zuckerberg saja salah satu orang terkaya di dunia pernah DO, Bill Gates pun pernah di DO. Tidak ada yang bilang Zuck dan Gates bodoh, tapi mereka punya prioritas pada suatu masa dalam hidupnya,” ujar Juru Bicara PSI Ariyo Bimmo seperti dikutip dari Terkini.id--jaringan Suara.com.

Merespons hal tersebut, pakar telematika, Roy Suryo turut membuka suaranya. Menurutnya, DO bukanlah hal yang baik untuk dibanding-bandingkan. 

“Ha ha ha … D.O kok dibanggakan ? Demen, sampai 2x lagi,” ujarnya melalui akun Twitter pribadi @KMRTRoySuryo2.

Kata Roy Suryo, pembelaan yang disampaikan oleh Ariyo sudah terlalu berlebihan.

Komentar