SuaraRiau.id - Acara Ingatan Budi untuk Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi digelar Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau pada Kamis (23/12/2021).
Diketahui, Kapolda Riau Agung Setya Imam Effendi tak lama lagi akan pindah tugas ke Mabes Polri.
Gelaran tersebut dimulai pagi ini sekitar pukul 09.00 WIB di Balai LAM Riau Jalan Diponegoro Pekanbaru.
Menurut Ketua Umum LAM Riau, Marjohan Yusuf, acara itu sudah berdasarkan pertimbangan pihaknya lantaran sosok Agung Setya pantas mendapatkan ingatan budi.
Oleh karena itu, kata dia, selama bertugas di Riau, Irjen Agung sangat harmonis dengan masyarakat Bumi Lancang Kuning.
"Bisa dibuktikan misalnya selama dia bertugas di Riau, tidak ada terjadi Karhutla. Terus masalah-masalah narkoba, yang sangat rawan di Riau apalagi di sini jadi pintu gerbang masuk narkoba, itu banyak ditangkap Agung Setya," ungkap Marjohan dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Rabu (22/12/2021).
Tak hanya itu, Agung juga berperan pertanian di kampung dan vaksinasi di Riau.
"Belum lagi dia andil dalam program jaga kampung, yaitu mengelola tanah menjadi pertanian di kampung-kampung. Kemudian program vaksinasi, Agung Setya cukup gencar mengejar target 70 persen dari pusat itu," jelasnya.
Marjohan mengungkapkan bahwa acara akan dibuka oleh Gubernur Riau Syamsuar dan akan dimulai sejak pagi hingga malam 22.00 WIB.
"Baru-baru ini Agung Setya mendapat gelar dari Kuansing sebagai Datuk Bandaro Alam. Sebab itu acara ini juga semestinya dihadiri Syamsuar sebagai Datuk Seri Setia Amanah," tuturnya.
Ada beberapa penampilan adat yang dituturkan Marjohan, seperti Godang Ogong dari Kampar, Bebalam dari Pelalawan, Bonai dari Rokan Hulu, dan Tari Pinggan Pecah Dua Belas dari Rokan Hilir.
"Ada lagi seperti Bathin Solapan dan Suku Asli dari Bengkalis, Musik Gambang Gendang Ketobong dari Pelalawan, Suku Duanu dari Indragiri Hilir, Suku Anak Rawa dari Siak, Talang Mamak juga dan Suku Asli Meranti," ujar pria yang mengenakan pakaian serba putih itu.
Ia mengatakan masing-masing penampil menampilkan beragam sesuai asalnya. Katanya, kebanyakan penampil akan menampilkan tarian khas seperti Tari Tabek, Tari Kain, dan lainnya.
"Besok, penampilan tari-tarian itu mulai siang sampai sore. Malamnya baru kita memasuki balai untuk penyerahan tanda penghargaan ingatan budi," jelasnya.
"Perlu dipahami, ini bukan balas budi tapi ingatan budi. Itu dua hal yang berbeda ya," kata Marjohan.
Berita Terkait
-
Tokoh Riau Azaly Djohan Meninggal, Syamsuar Kehilangan Sosok Orangtua
-
Polda Riau Terus Genjot Vaksinasi, Upaya Capai Herd Immunity
-
Irjen Pol Mohammad Iqbal Mutasi Jabatan Jadi Kapolda Riau
-
Innalillahi, Kepala Diskominfotik Riau Meninggal usai Terpapar Covid-19
-
Polda Riau Tangkap 'Kaki Tangan' Debus si Bandar Narkoba Kelas Kakap
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pasutri di Pelalawan Eksploitasi Anak Jadi Manusia Silver, Paksa Setor Rp250 Ribu/Hari
-
Mensos Kunjungi Sekolah Rakyat Pekanbaru, Target Tambah Siswa di Riau
-
Pelaku Penembakan dan Penyerangan Sejumlah Pekerja di Inhu Dibekuk di Batam
-
Wanita Hamil Tewas Diduga Dibunuh Suami, Polisi Temukan Sejumlah Senjata Tajam
-
Viral Emak-emak Pekanbaru Bongkar Diduga Lokasi Judi, Polisi Didesak Turun Tangan