Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Senin, 20 Desember 2021 | 06:05 WIB
Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Capture)

SuaraRiau.id - Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) akan digelar beberapa hari lagi di Lampung. Diketahui, Muktamar NU tersebut bakal digelar 22-23 Desember 2021 mendatang.

Dalam rangkaian Muktamar ke-34 NU tersebut adalah pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Salah satu yang bakal mencalonkan diri jadi Ketua Umum PBNU adalah sosok KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Dia menyebut salah satu alasannya maju sebagai ketua umum PBNU untuk menghidupkan kembali idealisme, visi dan cita-cita Gus Dur.

"Alasan mencalonkan sebagai ketua umum PBNU merupakan momentum sangat tepat untuk menghadirkan kembali Gus Dur," kata Gus Yahya dikutip dari Antara, Minggu (19/12/2021).

Gus Yahya menerangkan bahwa idealisme, visi dan cita-cita dari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur masih relevan sampai sekarang. Secara sosiologis, ia melihat hal itu masih akan relevan hingga puluhan tahun akan datang.

"Persoalannya, Gus Dur telah tiada, tetapi kita masih butuh kegusduran," ujar Katib Aam PBNU itu.

Lebih lanjut, Gus Yahya juga menyatakan yang dibutuhkan adalah membangun sesuatu, yang bisa menjadi subsitusi kehadiran Gus Dur tersebut. Hal itu bisa dilakukan dengan konstruksi berdasarkan organisatoris.

"NU menjadi media yang paling tepat untuk membangun kembali," ungkap dia.

Gus Yahya menyatakan melihat dinamika baik domestik maupun internasional, apa yang dahulu digagas dan diperjuangkan oleh Gus Dur itu ternyata relevan sekali dengan momentum saat ini.

"Kita lihat, banyak masyarakat yang mengekspresikan rasa rindu dengan Gus Dur," ujarnya.

Load More