SuaraRiau.id - Kasus pemerkosaan guru pesantren di Bandung Jawa Barat mendapat atensi banyak pihak. Kegeraman publik pun memuncak lantaran korban pencabulan ada yang hamil dan melahirkan.
Sejumlah kalangan melontarkan pernyataan keras terkait guru pesantren perkosa santriwati, tak terkecuali Gus Miftah.
Ia merasa geram atas aksi bejat Herry Wirawan alias HW (35) yang telah berlangsung sejak 2016, dan mengakibatkan beberapa korban hamil hingga melahirkan anak.
Saat ini persidangan perkara asusila itu masih berjalan di pengadilan.
Gus Mitfah dengan tegas mengatakan bahwa apa yang dilakukan guru pesantren tersebut merupakan tindakan yang sudah di luar batas.
“Nakalmu enggak mutu cuk,” tandas pemilik nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman itu dikutip dari Terkini.id--jaringan Suara.com, Minggu (12/12/2021).
Tak hanya Gus Miftah, komika ternama Ernest Prakasa pun ikut berkomentar soal kasus guru pesantren mencabuli 12 santriwati yang terjadi di Bandung, Jawa Barat.
Ernest Prakasa berharap kasus tersebut bisa mengajarkan masyarakat agar berhenti menyalahkan korban pemerkosaan.
“Bila manusia biadab ini tidak juga mengajarkan kita untuk setop menyalahkan korban, saya tidak tahu lagi harus berkata apa,” tulis Ernest Prakasa, Minggu (12/12/2021).
Diketahui, guru pesantren bernama Herry Wirawan mengaku ini disebabkan karena mertuanya tak ingin punya banyak cucu.
Hingga dalam menjalankan aksinya, Herry Wirawan punya banyak cara untuk memaksa para santri melakukan hubungan intim dengannya.
Selain itu, pimpinan sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kota Bandung, Jawa Barat ini juga menjanjikan akan membiayai biaya pendidikan korban hingga selesai, untuk setelahnya akan menjadi pengurus pesantren.
Diketahui, aksi tersebut dilakukan HW dalam rentang 2016 hingga 2021 di beberapa tempat, seperti di pondok pesantren, apartemen hungga hotel mewah.
Berita Terkait
-
Polisi Bongkar Makam Bayi Ibu Korban Pemerkosaan di Rokan Hulu
-
Perkosa Santriwati hingga Hamil dan Melahirkan, Ini Modus Herry Wirawan
-
Heboh Herry Wirawan Perkosa Santri, Yandri Nilai Hukuman Kebiri Saja Tak Cukup
-
Istri Dituduh Tutupi Kasus Pemerkosaan Santriwati, Ridwan Kamil Tulis 6 Poin Ini
-
Gofar Hilman Sayangkan Kasus Pemerkosaan Santriwati
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah
-
ISPA Dominasi 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru
-
Karhutla Riau Capai 20.691 Hektare, Bengkalis dan Pelalawan Penyumbang Terbesar
-
Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri Periode 2026-2030
-
Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, Kabut Asap Makin Pekat